Keuangan

Gara-Gara Unit Link, Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Anjlok 8,9%

Jakarta – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat adanya penurunan pendapatan premi industri asuransi jiwa di semester I 2022. Penurunan pendapatan premi utamanya didorong oleh anjloknya pendapatan premi unit link yang berkontribusi 59,3% dari total pendapatan premi industri.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon mengungkapkan, hingga Semester I 2022, industri asuransi jiwa mencatatkan total pendapatan premi Rp95,7 triliun. Secara umum terjadi penurunan 8,9% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Produk asuransi jiwa unit link masih mendominasi total pendapatan premi dengan kontribusi 59,3%, sementara 40,7% lainnya berasal dari produk asuransi jiwa tradisional. Adapun pendapatan premi dari produk asuransi jiwa unit link membukukan total pendapatan premi sebesar Rp56,7 triliun, sementara dari produk asuransi jiwa tradisional Rp39 triliun.

“Meskipun produk asuransi jiwa unit link dan produk asuransi jiwa tradisional mengalami penurunan, masing-maaing sebesar 4,6% dan 11,7% namun pendapatan premi yang berasal dari produk kesehatan mengalami peningkatan yang cukup tinggi sebesar 15,9% menjadi Rp8,6 triliun,” ujar Budi di Jakarta, Selasa, 6 September 2022.

Belum optimalnya pendapatan premi hingga enam bulan pertama tahun ini turut berdampak pada total pendapatan perusahaan. Hingga Semester I 2022, industri asuransi jiwa membukukan total pendapatan Rp105,4 triliun, turun 12,5% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Namun demikian jika ditarik lebih jauh pencapaian ini masih jauh lebih baik dari hasil capaian industri pada masa awal pandemi Covid-19 di tahun 2020,” ungkapnya.

Baca juga: Mulai Membaik, AAJI Catat Premi Asuransi Jiwa Naik 8,2%

Budi tetap optimistis kinerja industri asuransi jiwa akan lebih baik di akhir tahun 2022 jika berkaca pada kasus Covid-19 yang melandai dan ekonomi nasional yang tumbuh. “kalau kita lihat sekarang ini, asuransi kesehatan naik, perkumpulan naik, asuransi jiwa syariah naik, ini menunjukkan ada kebutuhan yang spesifik dari masyarkat kita yang harus mampu dijawab oleh industri asuransi jiwa,” tuturnya. (*) Dicky F.

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

PMI 53,8: Sirkus Musiman yang Dipuji Purbaya di Istana Sebagai Mukjizat

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More

4 hours ago

Pergerakan Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Koreksi IHSG

Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More

16 hours ago

Banyak Orang Indonesia Gagal Menabung karena Pola Keuangan Salah, Ini Solusinya

Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More

16 hours ago

Berikut 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More

16 hours ago

IHSG Sepekan Melemah Hampir 6 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.678 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More

16 hours ago

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah BPR Koperindo

Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More

16 hours ago