Ilustrasi: Bitcoin. (Foto: istimewa)
Jakarta – Aset kripto terbesar, Bitcoin jeblok ke level terendahnya sejak Juli 2021, yaitu di bawah US$30.000 pada hari ini (10/05). Salah satu alasan yang mendasari jebloknya harga Bitcoin adalah ketakutan investor akan pengetatan moneter Amerika Serikat (AS) yang agresif dan lonjakan inflasi.
Sebelumnya, Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) mulai menaikkan suku bunga acuannya atau Fed Fund Rate (FFR) pada Maret lalu. Kemudian pada 4 Mei lalu, The Fed kembali menaikkan FFR ke level diatas 0,75%.
Kenaikan ini memang tidak mengherankan, mengingat inflasi AS yang sudah sempat menyentuh 8,5% di Maret 2022. Langkah ini juga sesuai dengan pernyataan Federal Reserve Chair Jerome Powell usai FOMC Meeting yang mengambil sikap lebih hawkish dan agresif.
Kenaikan suku bunga ini nyatanya membuat beberapa investor tradisional memandang kripto sebagai aset yang berisiko. Kekhawatiran investor ini pada akhirnya memicu terpangkasnya nilai Bitcoin hingga hampir setengahnya, setelah sempat melonjak di November 2021 mencapai US$69.000.
“Investor institusional sangat memperhatikan bitcoin karena banyak yang masuk tahun lalu sekarang kehilangan uang atas investasi mereka. Fundamental jangka panjang token tidak berubah dalam beberapa bulan, namun kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi dan kemungkinan resesi menciptakan “lingkungan yang sangat sulit untuk kripto,” ujar Edward Moya, Analis Pasar Senior Oanda Untuk Amerika seperti dikutip dari channelnewsasia, 10 Mei 2022.
Selain aset kripto seperti Bitcoin, saham-saham teknologi AS pun terkena imbasnya. Lagi-lagi, saham sektor teknologi dipandang sebagai salah satu aset berisiko tinggi sehingga investor cenderung menjualnya ditengah normalisasi kebijakan dan ketidakpastian ekonomi.
Sebagai informasi pada Senin (09/05), bursa Nasdaq yang dihuni banyak memperjualbelikan saham sektor teknologi ditutup turun 4,3%. Sementara, S&P 500 juga turun 3,2% dan Dow Jones turun 2,0%. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More