Ekonomi dan Bisnis

Gara-Gara Ini Utang PTBA Naik Hingga 24,5%

Jakarta – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melaporkan adanya perubahan total liabilitas yang meningkat sebesar 24,5% menjadi Rp14,7 triliun pada kuartal III-2022 dari sebelumnya Rp11,8 triliun di Desember 2021.

Peningkatan tersebut disebabkan oleh tiga hal utama, yaitu yang pertama adalah terkait dengan adanya peningkatan atas utang usaha akibat dari meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) dan peningkatan produksi batu bara.

Peningkatan utang usaha tersebut diantaranya utang usaha atas jasa penambangan kepada PT Pama Persada Nusantara sebesar Rp248,16 miliar atau sebesar 62% dan PT Putra Perkasa Abadi Rp258,92 miliar atau 100%.

Kemudian, utang usaha atas angkutan batu bara kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp360,10 miliar atau 178%, serta utang usaha atas pembelian BBM kepada PT Pertamina (Persero) sebesar Rp134,15 miliar atau 169%.

Lalu, yang kedua terkait dengan peningkatan biaya yang masih harus di bayar atas jasa penambangan sebesar Rp816,72 miliar atau 154%, jasa angkutan kereta api sebesar Rp221,64 miliar atau 56%, dan sewa alat berat sebesar Rp267,65 miliar atau 216%.

Terakhir, adanya peningkatan liabilitas sewa seiring dengan penambahan kontrak sewa alat yang termasuk dalam penerapan PSAK 73, kepada PT Putra Perkasa Abadi sebesar Rp399,33 miliar atau 100%, PT Prima Indojaya Mandiri sebesar Rp61,25 miliar atau 130%, PT Serasi Autoraya sebesar Rp48,74 miliar atau 100%, dan PT Leo Anugerah Sukses Rp37,80 miliar atau 100%.

“Perlu perseroan sampaikan peningkatan liabilitas tersebut pada dasarnya untuk mendukung kinerja operasional perusahaan. Selain itu, peningkatan liabilitas tersebut tidak memiliki dampak secara material terhadap kinerja keuangan perusahaan pada tahun berjalan,” ucap Sekretaris Perusahaan, Apollonius Andwie C, dikutip dari Keterbukaan Informasi, 1 Desember 2022. (*)

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

10 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

11 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

12 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

17 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

18 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

19 hours ago