Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno. (Foto: Dok Bank Jateng)
Jakarta – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai pemegang saham pengendali telah menyetujui penguduran diri Supriyatno sebagai Direktur Utama Bank Jateng. Lewat surat tertanggal 4 Agustus 2023, pemegang saham menyetujui pengunduran diri Supriyatno sejak tanggal 7 Agustus 2023.
Supriyatno menjabat Direktur Utama Bank Jateng sejak tahun 2014 yang sebelumnya menjadi Dirut Bank DIY. Alumnus Universitas Gajah Mada ini kembali menduduki posisi dirut untuk periode ketiga hingga 2024 mendatang.
Baca juga: Angkat Topi! Bank Jateng Raih Penghargaan Infobank Top BUMD 2023
Menurut surat yang ditanda tangani Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pemberhentian Supriyatno tidak ada alasan khusus, hanya berbunyi dalam rangka penyegaran organisasi dan memperhatikan berita acara RUPS Tahunan tanggal 4 Mei 2023 lalu.
”Saya sudah mengajukan pengunduran diri sejak awal Mei 2023. Dalam RUPS Bank Jateng tanggal 4 Mei 2023 diputuskan bahwa keputusan pengunduran diri saya dilimpahkan kepada PSP dan baru disetujui per 7 Agustus. Untuk Plt Dirut ditunjuk Sdr. Irianto Harko Saputro/Dir Dana Jasa dan Kredit Ritel & UMKM,” kata Supriyatno ketika dihubungi Infobanknews, Rabu, 9 Agustus 2023.
Di bawah kepemimpinan Supriyatno, terjadi banyak inovasi produk, salah satunha adalah program kredit murah sektor produktif yang menjadi ide pengembangan UMKM dan kredit Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga murah. Selain itu juga terjadi lompatan aset. Menurut data Biro Riset Infobank, tahun 2014 aset Bank Jateng masih berada pada angka Rp35,74 triliun. Di akhir tahun 2023 sebesar Rp84,49 triliun. Atau, naik mendekati 1,5 kali sejak Supriyatno memimpin Bank Jateng.
Supriyatno merupakan bankir karir di Bank Dagang Negara (Mandiri), meraih program doktoral Ilmu Ekonomi dan Management dari Universitas Gajah Mada (UGM). Supriyatno juga merupakan Ketua Asbanda periode 2020-2024. (*)
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More