Jakarta – Gangguan teknis dalam perbankan kembali terjadi. Kali ini, Santander Bank cabang Inggris salah melakukan transfer kepada 2.000 rekening melalui 75.000 transaksi. Tidak main-main, nilainya pun mencapai 130 juta pounds atau kurang lebih Rp2,5 triliun.
Beberapa karyawan dan pengusaha terkejut melihat rekeningnya berlipat ganda pada 25 Desember lalu. Saat ini, Santander Bank berupaya keras untuk memulihkan pembayaran-pembayaran yang salah.
“Kami mohon maaf karena masalah teknis, beberapa pembayaran dari klien korporat kami digandakan secara tidak benar di akun penerima. Tidak ada klien kami yang kehabisan uang,” ujar Juru Bicara Santander Bank kepada CNBC beberapa waktu lalu.
Perusahaan mengungkapkan, permasalahan ini terjadi karena penjadwalan sistem yang salah. Akhirnya, pembayaran kepada karyawan dan pengusaha menjadi terduplikat dan berlipat ganda.
Selain itu, Santander Bank juga memastikan dana transaksi ganda yang terjadi bukan berasal dari rekening nasabah, melainkan cadangan bank. Sehingga dana setiap nasabah masih tetap aman. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More
Poin Penting YLKI menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri oleh Pertamina sebagai langkah positif untuk… Read More