News Update

Gandeng Unilever, PalmCo Perkuat Rantai Pasok Sawit Berkelanjutan

Jakarta,- PTPN IV PalmCo dan Unilever resmi menyepakati kerja sama jangka panjang dalam rantai pasok Minyak Inti Sawit (Palm Kernel Oil/PKO) yang berkelanjutan. Kerja sama itu ditandatangani PalmCo dan Unilever di London, Inggris, pekan lalu.

Menurut Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa, kerja sama ini menandai tonggak baru dalam hubungan kedua perusahaan yang telah berlangsung hampir satu dekade. Melalui kerja sama ini, Unilever berinvestasi dalam pengembangan dua unit Kernel Crushing Plant (KCP) yang akan memperluas kapasitas produksi minyak inti sawit berkelanjutan di PalmCo.

“Melalui kemitraan jangka panjang ini, kami berkomitmen untuk meningkatkan produksi Minyak Inti Sawit yang berkelanjutan bagi seluruh pelanggan,” kata Jatmiko, dikutip Selasa, 18 Februari 2025.

Baca juga: Program BIPOSC Dorong Transformasi Perkebunan dan Produksi Minyak Sawit Berkelanjutan

Investasi Unilever dalam mendukung pembangunan dua unit Kernel Crushing Plant (KCP) mencakup Long Term Supply Contract (LTSC) selama 5 dan 10 tahun. Dengan begitu, PalmCo akan memasok PKO bersertifikat lestari ke Unilever setiap tahunnya.

Jatmiko menegaskan, tambahan dua pabrik ini membuat PalmCo semakin siap untuk memenuhi permintaan global akan minyak sawit yang ramah lingkungan. Fasilitas ini juga diyakini akan meningkatkan efisiensi dan profitabilitas perusahaan.

PalmCo menyakini kemitraan semua pihak, termasuk petani kecil akan menjadi kunci dalam membuat rantai pasok minyak sawit lebih efisien dan berkelanjutan.

Sementara, Chief Supply Chain Officer Unilever Willem Uijen mengatakan, investasi ini menegaskan komitmen Unilever dalam membangun rantai pasok minyak sawit yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi manusia serta lingkungan.

Ia menambahkan, selama bertahun-tahun, Unilever sudah bekerja sama untuk meningkatkan ketelusuran dan transparansi rantai pasok produk-produk perusahaan.

Kerja sama dengan PalmCo sebagai perusahaan pengelola perkebunan sawit terbesar di dunia, Univeler yakin dapat memperdalam integrasi rantai nilai melalui komitmen bersama untuk memperluas basis asset PTPN IV dan menghasilkan volume yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Di Indonesia sendiri, dalam satu dekade terakhir, Unilever sudah menggelontorkan lebih dari US$360 juta untuk membangun fasilitas Oleokimia kelas dunia, guna memproduksi turunan minyak sawit yang berkelanjutan dan mampu telusur.

Baca juga: Inovasi Berkelanjutan Bawa Bank Mandiri Borong Dua Penghargaan Alpha SouthEast Asia 2024

“Kesepakatan ini memungkinUnilever untuk terus memanfaatkan fasilitas tersebut dalam menghadirkan produk-produk yang selaras dengan kebijakan kami tentang manusia dan alam,” pungkasnya.

Sebagai informasi, PalmCo adalah subholding PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III). Subholding ini dibentuk akhir 2023 lalu, dan merupakan penggabungan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, VI dan XIII ke dalam PTPN IV sebagai surviving entity dan pemisahan tidak murni PTPN III (Persero) ke dalam PTPN IV. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Recent Posts

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

48 mins ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

2 hours ago

Bangkrut Akibat Kredit Macet, Bank Ayandeh Iran Tinggalkan Utang Rp84,5 Triliun

Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More

2 hours ago

Penguatan Produktivitas Indospring Disambut Positif Investor, Ini Buktinya

Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More

2 hours ago

KB Bank Kucurkan Kredit Sindikasi USD95,92 Juta ke Petro Oxo Nusantara

Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More

2 hours ago

IHSG Ditutup Menguat 0,47 Persen ke Level 9.075

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 pada perdagangan 15 Januari 2026,… Read More

2 hours ago