Kolaborasi J Trust Bank dan Timedoor Academy Hadirkan Pendidikan IT yang Inklusif untuk Anak Yatim Piatu dan Dhuafa di Bali
Jakarta – PT Bank JTrust Indonesia Tbk. (J Trust Bank) menggandeng Timedoor Academy, startup pengembang aplikasi edukasi teknologi yang fokus pada pendidikan, untuk menghadirkan literasi teknologi informasi yang inklusif bagi generasi muda Indonesia.
Pelatihan teknologi informasi ini ditujukan bagi anak-anak yatim piatu dan dhuafa di Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali.
Direktur Utama J Trust Bank, Ritsuo Fukadai, mengatakan bahwa sebagai salah satu perusahaan dengan kepemilikan Jepang di Indonesia, J Trust Bank menyadari pentingnya pengembangan sistem dan teknologi sebagai penopang kehidupan manusia di masa depan.
”Melalui program ini, J Trust Bank berkomitmen untuk menghadirkan literasi teknologi informasi yang inklusif bagi generasi penerus Indonesia,” katanya, dikutip Rabu, 30 April 2025.
Menurutnya, program ini bertujuan memberikan pendidikan teknologi informasi (IT) yang inklusif kepada anak-anak yang memiliki keterbatasan, baik secara ekonomi maupun dari sisi sarana dan prasarana di lingkungan tempat tinggalnya.
Baca juga : Laba J Trust Bank Melejit, Nyaris Dua Kali Lipat di Q1 2025
Bersama Timedoor Academy sebagai mitra pelaksana CSR, J Trust Bank akan menjalankan beberapa inisiatif intervensi.
Pertama, menyelenggarakan pelatihan Training of Trainers (ToT) bagi guru-guru lokal, berupa pelatihan teknis dan pedagogis hingga memperoleh sertifikasi sebagai pengajar IT.
Kedua, Timedoor Academy akan menyediakan Learning Management System (LMS) serta materi pembelajaran digital.
Kedua, Timedoor Academy akan menyediakan sistem manajemen pembelajaran (Learning Management System/LMS) serta materi pembelajaran digital.
Ketiga, akan dilakukan pelatihan tatap muka intensif setiap minggu kepada 15 peserta, yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA, selama 12 bulan.
CEO Timedoor Academy, Yutaka Tokunaga, menyampaikan kesan mendalam terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut.
Baca juga : Dukung Ekspansi Mitra Bisnis, J Trust Bank Gandeng Bank Ehime
”Saya sangat terkesan dengan semangat yang ditunjukkan anak-anak saat mengikuti workshop pengenalan coding di Desa Seraya. Anak-anak menunjukkan antusiasme luar biasa saat menghadapi berbagai tantangan coding yang diberikan oleh mentor mereka,” bebernya.
Dengan berbekal familiaritas mereka terhadap gim di smartphone, kata dia, anak-anak dengan cepat memahami cara memberi perintah pada karakter yang mereka ciptakan.
Meski sempat mengalami kesulitan akibat keterbatasan literasi digital, semangat belajar mereka tidak surut. Dengan motivasi tinggi, anak-anak tersebut bertekad mengikuti pelatihan secara intensif selama 12 bulan ke depan.
”Melihat semangat tersebut, kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi untuk bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta. Melalui program ini, kami ingin mengubah pengguna teknologi menjadi penicpta dan membantu mereka membangun masa depan yang cerah melalui teknologi informasi,” sambung Yutaka Tokunaga.
Ia menambahkan, kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model kolaboratif yang berkelanjutan antara dunia usaha dan lembaga pendidikan demi memperluas akses literasi teknologi informasi di seluruh penjuru Indonesia. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More