Perbankan

Gandeng Sisfo, BNI Salurkan KUR Untuk Nelayan

Jakarta–PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bekerja sama dengan PT Sisfo Indonesia (Sisfo) untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para nelayan Indonesia. Melalui KUR BNI tersebut para nelayan mendapatkan fasilitas pembiayaan untuk memperoleh sarana pengamanan dan komunikasi yang maksimal ketika melaut.

Peralatan yang disediakan oleh Sisfo tersebut juga memungkinkan untuk melacak keberadaan ikan-ikan yang menjadi sasaran penangkapan sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas para nelayan. Kelengkapan peralatan dan perangkat lunak yang disediakan Sisfo serta pembiayaan dari BNI ini akan menjadi bagian dari upaya meningkatkan digitalisasi perahu nelayan dalam Program Kapal Digital Sahabat Nelayan (KDSN).

Corporate Secretary BNI Suhardi Petrus mengungkapkan, kerja sama ini merupakan bagian dari upaya nyata BNI dalam memberikan dukungannya terhadap sektor Kemaritiman. Kerja sama dengan Sisfo tergolong penting karena perusahaan yang dijalankan oleh para tenaga ahli asal Indonesia ini memiliki rencana kerja yang menarik dan patut didukung oleh perbankan, sehingga BNI memutuskan untuk bekerja sama.

Kerja sama di bidang kemaritiman pun menjadi penting untuk dikembangkan karena Indonesia merupakan negara yang dua pertiga wilayahnya adalah lautan. Selain itu, biaya komunikasi antara nelayan saat berada di tengah laut dengan keluarga di daratan atau para penampung ikan sangat tinggi. Jumlah nelayan dan kapalnya di Indonesia pun sangat besar.

“Sisfo memiliki misi yang cukup jelas dalam keberpihakannya terhadap peningkatan kualitas hidup para nelayan. Salah satu programnya yang patut didukung adalah Program KUR untuk Nelayan dalam Rangka Meningkatkan Produktivitas, Keamanan, dan Keselamatan yang dimulai melalui penandatangan MoU ini,” ujarnya, Minggu, 13 Maret 2016.

Sisfo juga tengah mempersiapkan Program KDSN yaitu dengan mendirikan Gerai di beberapa daerah di Indonesia (sekitar 50 gerai). Gerai-gerai ini akan membantu penyaluran dan penjualan peralatan berteknologi tinggi yang dikembangkan Sisfo, antara lain Pointrek. Aplikasi Pointrek merupakan sistem untuk memonitor aset bergerak atau tidak bergerak. Aplikasi ini dapat melacak kapal dan memiliki kemampuan mengoperasionalkan komunikasi dua arah (dari kapal ke kapal atau dari kapal ke rumah). Sistem Pointrek ini sudah dilengkapi juga oleh sistem electronic Log (e-log) book untuk pencatatan penangkapan ikan. Komunikasi dua arah dengan sistem Pointrek ini jauh lebih rendah dibandingkan komunikasi melalui telepon satelit yang saat ini sangat mahal.

Gerai yang akan dibuka oleh Sisfo nantinya dikelola oleh nelayan. Nelayan tersebut akan menjadi agen penjual perangkat Pointrek. Dengan cara ini, penggunaan aplikasi Pointrek diharapkan akan dapat diperluas sehingga berbagai teknologi yang dapat menguntungkan nelayan pada saat melaut dapat segera dinikmati secara luas. Setiap gerai diharapkan akan dapat menjual 250 unit. (*)

 

Editor: Paulus Yoga

admin

Recent Posts

Trump Sesumbar Hancurkan Iran dalam Semalam: Mungkin Selasa Malam

Poin Penting: Trump mengeklaim AS mampu menghancurkan Iran dalam satu malam dan menyebut kemungkinan beraksi… Read More

20 mins ago

Wacana Potong Gaji Menteri, Purbaya: Mungkin 25 Persen

Poin Penting Wacana pemotongan gaji menteri dan DPR masih dalam pembahasan. Menteri Keuangan Purbaya memperkirakan… Read More

33 mins ago

Ditopang Manufaktur, Laba BELL Naik 9 Persen jadi Rp12,57 Miliar di 2025

Poin Penting Trisula Textile Industries mencatat laba bersih Rp12,57 miliar pada 2025, naik 9 persen… Read More

36 mins ago

Bank Aladin Syariah Cetak Rapor Biru di 2025, Laba Melonjak 304 Persen jadi Rp150,71 Miliar

Poin Penting Bank Aladin Syariah berbalik dari rugi Rp73,73 miliar (2024) menjadi laba Rp150,71 miliar… Read More

46 mins ago

Harga Plastik Naik, Anggota DPR Desak Pemerintah Lindungi UMKM

Poin Penting: Anggota DPR mendesak pemerintah segera intervensi pasar menyusul harga plastik naik yang membebani… Read More

51 mins ago

BGN Sebut 21.801 Motor untuk SPPG Belum Dibagikan, Ini Alasannya

Poin Penting: BGN telah merealisasikan pengadaan 21.801 motor untuk kepala SPPG, namun belum didistribusikan. Seluruh… Read More

1 hour ago