Jakarta – PT Bank OCBC NISP Tbk menggandeng PT Pegadaian meluncurkan sebuah produk dan layanan berbasis syariah, yakni Tabungan Emas, dengan menargetkan sebanyak 40.000 transaksi hingga akhir 2023.
“Targetnya di tahun pertama ini kita bisa mencapai sebanyak 40 ribu transaksi nasabah yang memiliki produk Tabungan Emas,” ujarnya, Rabu (23/8).
Menilik hasil riset dari OCBC NISP Financial Fitness Index (FFI) 2023, menunjukkan bahwa saat ini hanya 33% generasi muda yang paham terkait produk tabungan emas online.
Baca juga: Lebih Cuan Investasi Emas Antam atau UBS? Ini Penjelasannya
Padahal, hasil dari riset menunjukkan bahwa mereka yang sudah paham dengan ketentuan produk dan manfaat tabungan emas online secara detail cenderung memiliki skor kesehatan finansial yang lebih
baik dibanding dengan mereka yang belum paham.
EVP Marketing and Lifestyle Business Division Head Bank OCBC NISP Amir Widjaya mengungkapkan, hal ini merupakan salah satu cara yang dilakukan Bank dengan menyediakan berbagai produk dan layanan investasi, termasuk Tabungan Emas ini.
“Kami percaya bahwa generasi muda memiliki potensi yang
besar untuk menjadi trendsetter ‘merdeka secara finansial’, agar masyarakat Indonesia lebih mandiri untuk mengejar aspirasi kehidupan,” bebernya.
Ia menjelaskan, Tabungan Emas menawarkan berbagai keuntungan, salah satunya nasabah tidak perlu repot menyimpan emas batangan di rumah, melainkan saldo tabungan emas 100% stok fisiknya tersimpan dengan aman di Pegadaian.
Baca juga: Begini Kiat Investasi Emas Agar Cuan Besar
“Oleh karena itu, nasabah juga dapat mencetak emas fisik dengan cara datang ke Outlet Pegadaian Syariah yang dipilih oleh nasabah,” jelasnya.
Keunggulan lainnya adalah terjangkau di mana nasabah dapat melakukan jual beli emas mulai dari Rp10.000. Di mana, nasabah berpotensi lebih cuan sebab nilai emas cenderung meningkat dan stabil sehingga cocok untuk investasi jangka menengah dan panjang. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More