Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus berkomitmen untuk mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan perseroan bersinergi dengan Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam kaitannya pemberdayaan UMKM di Indonesia.
Sunarso menjelaskan, saat ini BRI tengah menggodok skema alternatif sinergi tersebut untuk memberikan added value bagi pelaku UMKM yang menikmati fasilitas pinjaman Ultra Mikro. “Bentuk kerjasama yang nyata dan bisa diwujudkan dalam waktu dekat diantaranya melalui pemanfaatan Agen BRILink milik BRI yang bisa dimanfaatkan untuk nasabah PNM dan Pegadaian,” imbuh Sunarso melalui keterangan resminya di Jakarta, Jumat 28 Febuari 2020.
Hingga akhir Desember 2019, BRI telah memiliki 422.160 Agen BRILink yang tersebar di seluruh Indonesia dengan transaksi mencapai Rp 673 Triliun dalam satu tahun. “Dengan pemanfaatan jaringan BRI tentu kami harap akan mudahkan nasabah PNM dan Pegadaian mendapatkan akses keuangan dan mendorong program pemerintah dalam kaitannya meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia,” ujar Sunarso.
Perseroan juga tengah menyusun skema agar nasabah PNM dan Pegadaian yang telah naik kelas bisa langsung mendapat pembiayaan dari BRI sebagai upaya mendorong pelaku UMKM naik kelas.
“BRI tidak hanya memberikan fasilitas pembiayaan namun juga pelatihan dan pendampingan serta inkubasi agar para pelaku UMKM di Indonesia mampu naik kelas dan bersaing di pasar global,” pungkas Sunarso. (*)
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More