Keuangan

Gandeng OCBC NISP, Great Eastern Life Luncurkan Proteksi Penyakit Kritis

Jakarta – Berbagai penyakit kritis mengintip masyarakat, yang memiliki pola hidup tak sehat. Untuk memenuhi kebutuhan perlindungan nasabah dari risiko tersebut, Great Eastern Life Indonesia bersama PT Bank OCBC NISP Tbk meluncurkan produk bernama Great Multiple Critical Illness.

Direktur Bancassurance Great Eastern Life Indonesia, Nina Ong menyatakan, saat ini literasi masyarakat terkait pentingnya kesehatan telah meningkat. Khususnya, mengenai biaya perawatan medis yang tinggi untuk penyakit kritis. Oleh karena itu, pihaknya meluncurkan produk ini sebagai bentuk perlindungan finansial bagi nasabah.

“Dengan premi yang kompetitif dan perlindungan terhadap penyakit kritis yang lebih luas, Great Multiple Critical Illness melindungi mimpi dan harapan besar setiap keluarga Indonesia agar dapat terwujud di kemudian hari. Juga memberikan perlindungan finansial yang maksimal kepada keluarga,” katanya secara virtual di Jakarta, Senin, (5/7/2021).  

Produk ini sendiri, lanjut Nina, memiliki tiga keunggulan utama. Yakni, memberikan manfaat perlindungan hingga empat kali klaim untuk penyakit kritis major yang berbeda serta pengembalian premi 100% dengan tanpa atau adanya klaim. Kemudian, perlindungan komprehensif hingga usia 80 tahun terhadap 59 penyakit kritis major, manfaat pembebasan premi ketika nasabah terdiagnosa penyakit kritis, serta diengkapi asuransi tambahan (rider) yang memberikan perlindungan terhadap 63 jenis penyakit kritis minor.

“Keunggulan ketiga, yakni premi yang kompetitif. Premi kompetitif ini sesuai usia masuk nasabah, uang pertanggungan, masa pembayaran premi dan jenis kelamin. Harapan kami, dengan diluncurkannya produk ini mampu menyediakan solusi perlindungan finansial bagi nasabah,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Wealth Management Head Bank OCBC NISP, Juky Mariska berharap produk ini dapat menjadi solusi perlindungan finansial bagi nasabah untuk risiko penyakit kritis di Indonesia. “Kita ingin menjadi mitra terpercaya. Kalau masyarakat mempunyai kebutuhan finansial baik untuk mengembangkan aset dan proteksi, kami ingin mereka mencarinya di Bank OCBC,” katanya. (*) Bagus Kasanjanu

Paulus Yoga

Recent Posts

LPEI Bukukan Laba Rp252 Miliar di 2025, Tumbuh 8 Persen

Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More

52 mins ago

PINTU Gandeng Aparat Hukum Perkuat Keamanan Industri Kripto

Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More

2 hours ago

IAI Inisiasi Indonesia Sustainability Reporting Forum, Ignasius Jonan Jadi Ketua

Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More

3 hours ago

Pangsa Kredit UMKM Terus Menyusut, Program Pemerintah Jadi Peluang Tumbuh

Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More

5 hours ago

Sisi Lain Demam AI

Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More

6 hours ago

Industri Melambat, Begini Jurus ACA Jaga Pertumbuhan Premi

Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More

7 hours ago