Perbankan

Gandeng Jamkrida, BRK Salurkan Rp250 Miliar Bagi UMKM

Jakarta–Direktur Utama Bank Riau Kepri (BRK) Irvandi Gustari mengatakan tahap awal plafon kredit yang akan disalurkan sebesar Rp250 milyar, usai ditunjuknya perseroan menjadi bank pelaksana Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Kita akan salurkan sebesar itu namun kalau nanti dirasa kurang akan  minta tambah lagi. Dengan nilai segitu dirasa masih kurang untuk mendukung UMKM di Riau dan Kepri,” katanya dalam keterangan pers yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa, 21 Juni 2016.

Lebih lanjut Irvandi menjelaskan, pada KUR ini terdapat dua jenis yakni KUR Ritel dan KUR Mikro. Untuk KUR Ritel maksimal plafon yang diberikan ke debitor maksimal sebesar Rp500 juta, sementara KUR Mikro maksimal plafon sebesar Rp 25 juta. “KUR Mikro ini debitor bisa mendapatkannya tanpa perlu menyertakan agunan,” ujarnya.

Bertempat di Balai Dang Merdu Menara Bank Riau Kepri, Bank Riau Kepri (BRK) resmi launching produk pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Riau pada hari Senin (13/6). Acara yang bertajuk “Launching dan Sosialisasi Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Penandatanganan Perjanjian Bank Riau Kepri dan Jamkrida.

Saat ini ada 15 bank di Indonesia (total 115 bank) yang dipercaya sebagai penyalur KUR didalamnya, dari 15 bank tersebut hanya ada 7 Bank Pembangunan Daerah yang ditunjuk yang salah satunya adalah Bank Riau Kepri. Penjunjukan BRK sebagai penyalur KUR melalui proses ketat dari 4 lembaga yaitu OJK, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Koperasi dan UKM dan hanya bank yang sehat dan kapable yang diizinkan untuk menyalurkan KUR.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman menyampaikan bahwa saat ini UMKM di Riau masih belum optimal dibiayai oleh perbankan yang terlihat sebanyak 57,8 juta unit UMKM yang ada hanya 12 juta unit yang menerima pembiayaan dari bank. Hal ini disebabkan oleh tidak terpenuhinya persyaratan dalam memperoleh kredit, rumitnya prosedur serta tingginya bunga. Sehingga, menurut Rahman, dengan adanya KUR yang dlakukan Bank Riau Kepri UMKM di Riau dapat berkembang dengan baik.

Kepala Biro Ekonomi Provinsi Riau Syafrial mengatakan, bahwa kerjasama yang dilakukan Bank Riau Kepri dengan Jamkrida merupakan bentuk saling sinergi antar BUMD di Provinsi Riau dan sehingga dapat berkembang dengan baik dimasa yang akan datang terutama bagi UMKM yang berorientasi ekspor.

Untuk KUR Mikro dan Ritel demi penyaluran kredit tetap baik bagi BRK maupun debitor BRK maka perlu bekerja sama dengan Lembaga Penjamin. BRK berinisiatif bekerja sama dengan Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida). Dengan kerja sama ini Jamkrida sebagai BUMD Riau akan menjamin pengembalian kredit yang dilakukan debitor. Pemilihan Jamkrida sebagai pihak untuk penjamin kredit disampaikan Irvandi sebagai wujud saling sinerginya Bank Riau Kepri dengan Jamkrida sebagai BUMD Provinsi Riau sehingga dapat tumbuh bersama memajukan Provinsi Riau.

“Kerja sama ini merupakan bentuk dukungan kami kepada dunia usaha mikro di daerah,” tutur Direktur Jamkrida Herman Boedoyo SE. Ia melanjutkan, dengan kerja sama ini Jamkrida akan menjamin setiap kredit yang dilakukan debitur KUR Mikro. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

9 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

9 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

9 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

12 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

13 hours ago

Macet Mudik Tak Terhindarkan karena Transaksi Tol, Ini Solusinya

Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More

14 hours ago