Categories: Ekonomi dan Bisnis

Gandeng BRI dan BNI, Garuda Gelar Kembali GATF

Dalam meningkatkan minat para pelancong domestik, terutama yang terbiasa bertransaksi dengan kartu, Garuda menggandeng BRI dan BNI dalam GATF 2015. Paulus Yoga

Jakarta–Tiga perusahaan BUMN bersinergi menggelar Garuda Indonesia Travel Fair atau GATF 2015.

PT Garuda Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menjalin kerja sama promosi dengan basis pembayaran menggunakan kartu.

“Kami turut bangga dengan pelaksanaan GATF tahun 2015 untuk periode ke-2 ini, terlebih GATF kali ini untuk pertama kalinya kami akan bekerja sama dengan 2 bank BUMN ternama,” kata Direktur Niaga Garuda Indonesia, Handayani di Jakarta, Selasa, 22 September 2015.

Melalui kerja sama dengan BRI dan BNI, lanjutnya, Garuda Indonesia yakin pelaksanaan GATF 2015 akan berjalan lebih sukses dari tahun-tahun sebelumnya.

Garuda Indonesia sendiri mematok target sebanyak 72 ribu pengunjung selama 3 hari pelaksanaan GATF, dengan target penjualan Rp138 miliar.

Direktur Konsumer Banking BNI, Anggoro Eko Cahyo menuturkan, setiap pelaksanaan GATF merupakan kesempatan bagi pemegang kartu kredit kredit dan debit BNI, termasuk pemegang Kartu Kredit Garuda BNI Signature dan Kartu Kredit Garuda BNI Platinum.

“Pemegang kartu BNI dapat menikmati keringanan dan kemudahan bertransaksi di GATF 2015, baik untuk perjalanan di dalam maupun luar negeri dengan harga yang kompetitif,” tukasnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Konsumer BRI, A. Toni Soetirto yang menyatakan, partisipasi perseroan BRI pada GATF 2015 kali ini merupakan bentuk sinergi BUMN, sekaligus merupakan bentuk dukungan kepada industri pariwisata di Tanah Air.

“Di samping itu kami juga meyakini bahwa kegiatan ini berpotensi besar dalam meningkatkan volume transaksi kartu BRI,” ucapnya.

Menurutnya, pihaknya bakal menggelar berbagai program menarik dan kemudahan untuk meningkatkan minat para pengguna kartu debit dan kartu kredit BRI untuk mendapatkan pengalaman baru melalui kunjungan ke destinasi-destinasi yang belum dikunjungi. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

4 mins ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

56 mins ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

2 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

2 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

3 hours ago