News Update

Gandeng Bank Papua, Mega Insurance Hadirkan Asuransi Alat Berat hingga Harta Benda

Jakarta — PT Asuransi Umum Mega (Mega Insurance) jalin kerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Papua (Bank Papua). Kerja sama ini melibatkan pelayanan produk asuransi alat berat, harta benda, dan kendaraan bermotor.

Tomy Ferdiansah, President Director Mega Insurance menjelaskan, kerja sama ini dijalankan melalui strategi bancassurance dengan model bisnis referensi, di mana Bank Papua membantu untuk mereferensikan produk asuransi Mega Insurance kepada nasabahnya.

Adapun produk asuransi yang ditawarkan mencakup perlindungan terhadap risiko kerusakan atau kehilangan alat berat, harta benda, dan kendaraan bermotor. Dalam perlindungan ini, nasabah dapat melibatkan asuransi sebagai tempat untuk memberikan kenyamanan pada aset yang mereka miliki.

Baca juga: Mega Insurance dan MSIG Indonesia Luncurkan M-Assist, Ini Manfaatnya

“Kerja sama ini merupakan langkah strategis Mega Insurance untuk menyediakan solusi perlindungan yang komperhensif. Dengan memanfaatkan jaringan luas yang dimiliki oleh Bank Papua, kami optimis bahwa produk asuransi Mega Insurance dapat memberikan solusi yang optimal, baik untuk bisnis maupun aset pribadi. Dan tentunya harapan besar kami, kolaborasi ini dapat memberikan rasa kenyamanan bagi nasabah dalam mencegah risiko,” jelas Tomy dikutip 18 Februari 2025.

Sementara itu, Sadar Sebayang, Business Director Bank Papua menambahkan pihaknya berkomitmen untuk memberikan layanan yang lebih baik bagi nasabah mereka. Setelah melakukan survei, kata Sadar, produk dan layanan yang dimiliki Mega Insurance sesuai dengan kebutuhan nasabah Bank Papua.

Baca juga: Bank Papua Siap Jadi Tuan Rumah Undian Tabungan Simpeda

“Terutama dalam hal perlindungan aset seperti kendaraan, properti dan alat berat. Melalui kerja sama ini, nasabah Bank Papua lebih mudah mendapatkan perlindungan asuransi sesuai dengan kebutuhan mereka, baik dari sektor bisnis maupun kepemilikan aset pribadi,” jelasnya.

Galih Pratama

Recent Posts

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

34 mins ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

58 mins ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

60 mins ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

2 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

2 hours ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

2 hours ago