News Update

Gandeng Adhi Commuter Properti, BTN Gelar Program Pemasaran KPR

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus berupaya mendongkrak kinerja penyaluran kreditnya, salah satunya dengan menggandeng pengembang PT Adhi Commuter Properti (ACP) untuk menggelar program pemasaran Kredit Pemilikan Rumah maupun Apartemen (KPR/KPA) bertajuk “Get Benefit To Do Everything”.

Executive Vice President Non Subsidized Mortgage & Personal Lending Division (NSLD) Bank BTN Suryanti Agustinar mengungkapkan, sinergi antar BUMN ini bertujuan untuk memacu bisnis properti yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Di mana saat ini industri properti masih menjadi salah satu sektor bisnis paling potensial dalam menggerakkan roda perekonomian

“Sebab, ada lebih dari 172 subsektor ekonomi terkait yang turut bergerak bersama industri properti,” ujar Suryanti dalam keterangannya di Jakarta, yang dikutip Jumat, 13 Desember 2019.

Menurut Yanti, sapaan akrabnya, selama ini banyak masyarakat yang kesulitan transaksi hunian idaman lantaran keterbatasan akses terhadap pembiayaan. Karenanya, Bank BTN dan ACP hadir untuk menjawab problem tersehut. “Melalui kerjasama ini, kami menawarkan kemudahan terhadap konsumen yang akan melakukan KPR/KPA pada proyek-proyek besutan ACP,” katanya.

Program Get Benefit To Do Everything menawarkan banyak kemudahan bagi konsumen yang akan melakukan KPR/KPA Bank BTN untuk unit-unit hunian pada sejumlah proyek properti milik ACP. Antara lain adalah uang muka (down payment/DP) 5% dan suku bunga kredit mulai dari 6,43% fixed 1 tahun selama program berlangsung.

“Selain itu, konsumen juga akan dibebaskan dari beban  biaya Provisi, biaya administrasi, biaya appraisal dan biaya pengendapan dana (KPR Gaeesss) serta discount asuransi jiwa sebesar 20 persen. Dari kerjasama ini kami berharap bisa menambah komitmen kredit baru sedikitnya sebesar Rp200 miliar hingga Maret 2020,” imbuh dia.

Pada kesempatan yang sama,Direktur Utama ACP Indra Syahruzza N. menyebut bahwa Program Get Benefit To Do Everything berlaku untuk delapan proyek properti yang dikembangkan perseroan yang tersebar di beberapa wilayah Jabodetabek, yakni Eastern Green, Royal Sentul Park, Gateway Park, Urban Signature, Oase Park, Cisauk Point, Green Avenue dan The Premiere MTH.

“Kerjasama ini merupakan kelanjutan sinergi antar BUMN yang telah kami lakukan beberapa tahun belakangan. Bank BTN merupakan mitra strategis kami yang telah banyak membantu pembiayaan properti besutan ACP. Hingga saat ini, pembiayaan properti yang digelontorkan BTN ke sejumlah proyek kami sudah mencapai sekitar Rp1 triliun,” ungkap Indra.

Dia menambahkan, berbagai gimmick marketing yang ditawarkan melalui Program Get Benefit To Do Everything akan dapat mendongkrak penjualan menjelang tutup tahun. “Kerjasama ini menjadi promo akhir tahun yang menggiurkan bagi konsumen. Saat ini progress penjualan kedelapan proyak kami sudah mencapai lebih dari 60% dari total unit yang ditawarkan pada masing-masing proyek,” pungkas Indra. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Update Harga Emas Hari Ini (17/3): Galeri24, UBS dan Antam Kompak Turun

Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak turun pada 17 Maret 2026, meliputi emas Antam,… Read More

18 mins ago

Bank Mandiri Salurkan Program Sosial bagi Penerima Manfaat

Melalui program Mandiri Berbagi Kebaikan, Mandiri Group menyerahkan 114.000 paket berupa perlengkapan sekolah bagi anak-anak… Read More

33 mins ago

IHSG Dibuka Rebound ke Level 7.094, Naik 1,06 Persen

Poin Penting IHSG dibuka menguat 1,03 persen ke level 7.094,31 pada awal perdagangan 17 Maret… Read More

49 mins ago

IHSG Masih Berpeluang Melemah, BBCA, INDY, SUPA, TINS Direkomendasikan

Poin Penting IHSG berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan 17 Maret 2026 dengan target pelemahan di… Read More

1 hour ago

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

11 hours ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

11 hours ago