News Update

Gandeng 4 K/L, BPJS Kesehatan Perluas Layanan JKN hingga Pedesaan

Poin Penting

  • Kolaborasi BPJS Kesehatan dengan empat K/L bertujuan memperkuat interoperabilitas data dan meningkatkan kepesertaan aktif guna menjaga keberlanjutan program JKN
  • Sinergi lintas sektor diharapkan memperluas cakupan hingga desa, meningkatkan kepatuhan peserta, serta mendukung akses layanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas.
  • Dengan cakupan JKN sudah mencapai 98 peren, kerja sama ini menargetkan peningkatan kualitas layanan sekaligus mencegah masyarakat jatuh miskin akibat biaya kesehatan.

Jakarta – BPJS Kesehatan bekerja sama dengan empat kementerian/lembaga (K/L), yakni Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Koperasi, Badan Perencanaan dan Pengembangan Kementerian Ketenagakerjaan, serta Badan Gizi Nasional.

Kolaborasi ini bertujuan untuk menguatkan interoperabilitas data dan meningkatkan kepesertaan aktif demi menjaga keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito menyatakan, lewat kerja sama ini, pihaknya berharap dapat memperluas cakupan kepesertaan JKN dan meningkatkan kepatuhan secara berkelanjutan lewat berbagai fungsi dan perangkat yang ada dalam masing-masing kementerian atau lembaga.

“Bisa bekerja sama sampai ke desa, ke Koperasi Merah Putih, kemudian ke Makan Bergizi Gratis (MBG) atau SPBG di daerah-daerah. Ini perlu kita laksanakan sehingga kita bisa melakukan perlindungan jaminan kesehatan nasional sampai ke desa-desa,” ujar Prihati pasca acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara K/L di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Baca juga: Komisi IX Desak Perlindungan 19 Juta Pekerja Miskin Lewat BPJS Ketenagakerjaan

Prihati mengatakan, kerja sama ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas program JKN yang cakupan kepesertaannya sudah mencapai 98 persen. Dengan begitu, program JKN semakin mempermudah masyarakat dalam mengakses pengobatan.

“Kita sudah mencapai 98 persen cakupannya, dapat merasakan manfaat pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai yang dibutuhkan dan jangan sampai ada yang jatuh miskin karena biaya berobat,” tegasnya.

Di lain sisi, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto menerangkan, dengan adanya kerja sama ini, pihaknya ingin literasi kesehatan masyarakat pedesaan semakin meningkat.

Hal itu, kata Yandri, sejalan juga dengan poin keenam kebijakan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yaitu pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan.

“Ini sangat erat dengan kesehatan warga desa. Ada MBG yang bahan bakunya mayoritas itu dari desa, perlu orang-orang yang sehat. Termasuk yang nanti terlibat langsung di Koperasi Desa Merah Putih juga perlu orang-orang yang sehat,” sebut Yandri.

Yandri menambahkan, banyaknya jumlah desa di Indonesia yakni 75.266 dengan mayoritas masyarakat Indonesia berada di wilayah pedesaan, membuat program JKN ini sangat vital menopang kesehatan masyarakat Indonesia.

“Jangan sampai rakyat di desa itu miskin gara-gara sakit atau tidak sehat. Kalau ada BPJS, Insya Allah, itu akan menjadi ringan beban ketika mereka sakit,” imbuhnya.

Baca juga: Jurus BPJS Ketenagakerjaan Kejar Target 63,3 Juta Peserta di 2026

Sementara, Plt Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN, Gunalan, menyampaikan jika proses klaim JKN yang membutuhkan waktu, membuat pihaknya meng-cover terlebih dahulu biaya perobatan yang ada.

“Biasanya itu kami cover dulu dari BGN sendiri, dari Biro Keuangan itu menanggung dulu. Nanti baru ada pertemuan sendiri dengan BPJS untuk menghitung bagaimana, hitung-hitungan tentang biaya daripada KLB tersebut,” tukas Gunalan. (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

3 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

3 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

4 hours ago

CIMB Perluas Segmen Affluent ASEAN Sejalan Strategi Forward30

Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More

5 hours ago

Cinema XXI (CNMA) Tebar Dividen Jumbo Rp980 Miliar, Ini Jadwal Pembayarannya

Poin Penting CNMA membagikan dividen Rp12 per saham, termasuk dividen interim Rp5 per saham. Pembayaran… Read More

5 hours ago