Konfeensi Pers GIIAS 2015; Gaikindo tak pasang target. (Foto: Istimewa).
Kondisi ekonomi yang ada saat ini membuat Gaikindo lebih realistis dan tak mematok target dalam gelaran GIIAS. Novita Adi Wibawanti.
Tangerang–Pameran otomotif yang digelar Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya Gaikindo memasang target penjualan dalam setiap pameran yang mereka helat, tahun ini hal tersebut tidak lagi terjadi. Dalam gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Gaikindo tak sedikit pun menyebut berapa target penjualan produk-produk otomotif yang mereka tampilkan.
“Sebetulnya tidak ada target. Kita melihat kondisi yang ada saat ini dimana penjualan mobil turun 18%,” ujar Sudirman MR, Ketua Umum Gaikindo di acara GIIAS.
Menurut Sudirman, acara GIIAS ini lebih kepada upaya Gaikindo untuk memperluhatkan kepada dunia international tentang produk otomotif yang ada di Indonesia beserta tekhnologi-tekhnologi yang digunakan.
“Pameran ini harus sukses dan menjadi jendela kepada dunia international,” tandas Surdirman.
Kriteria sukses tersebut menurut Sudirman dapat dinilai dari animo masyarakat, berapa banyak pengunjung yang mendatangi pameran tersebut.
“Kalau kita cek, jumlah jurnalis yang meliput baik dari dalam maupn luar negeri itu ada sekitar 1.247 jurnalis. Artinya, ini diminati sekali. Dan kami berharap pengunjung dari luas (luar negeri) juga datang kesini,” pungkasnya.
Sekedar informasi, GIIAS digelar pada 20-30 Agustus 2015. Perhelatan GIIAS 2015, didukung oleh 34 merek kendaraan dari 23 Agen Pemegang Merek (APM), dan 2 Importir umum kendaraan penumpang yang terdiri atas Aston Martin, Audi, BMW, Chevrolet, Daihatsu, Datsun, Ford, Honda, Hyundai, Jaguar, Land Rover, Lexus, Mazda, Mercedes-Benz, MINI, Mitsubishi Motors, Nissan, Porsche, Renault, Smart, Subaru, Suzuki, Tata Motors, Toyota dan V. GIIAS juga didukung oleh 9 merek kendaraan komersial yang terdiri atas FAW, Hino, Isuzu, Iveco, Maxus, Mitsubishi FUSO, Tata Motors, Toyota Dyna, dan UD Trucks.
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More
Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More
Poin Penting PT Kawasan Industri Terpadu Batang menjalin kerja sama dengan PT Jateng Petro Energi… Read More