Market Update

Gagal Rebound, IHSG Ditutup Bertahan di Level 6.619

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini masih bertahan ditutup stagnan di level 6.619 dari dibuka di level 6.619 pada pembukaan perdagangan hari ini (7/6).

Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 244 saham terkoreksi, 288 saham menguat, dan 211 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 18,07 miliar saham diperdagangkan dengan 1,43 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp10,29 triliun.

Kemudian, indeks IDX30 mengalami pelemahan 0,20% menjadi 492,37 dan LQ45 melemah 0,14% menjadi 945,39. Sedangkan, JII menguat 0,32% menjadi 545,14 dan SRI-KEHATI menguat 0,02% menjadi 438,58.

Meski begitu, hanya sebagian sektor yang mengalami pelemahan, sektor tersebut adalah sektor energi melemah 0,79%, sektor teknologi melemah 0,25%, sektor keuangan melemah 0,24%, sektor kesehatan melemah 0,06%, dan sektor bahan baku melemah 0,02%.

Sedangkan, sektor lainnya menunjukan penguatan, sektor tersebut diantaranya, sektor siklikal menguat 2,30%, sektor transportasi menguat 1,36%, sektor infrastruktur menguat 1,17%, sektor properti menguat 1%, sektor non-siklikal menguat 0,68%, dan sektor industrial menguat 0,02%.

Sederet saham top gainers diantaranya adalah PT Tanah Laut Tbk (INDX), PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ), dan PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM). Sedangkan saham top losers adalah PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI), PT Saptausaha Gemilangindah Tbk (SAGE), dan PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA), PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU), dan PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU). (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

1 hour ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

7 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

7 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

7 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

7 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

7 hours ago