Ekonomi dan Bisnis

Gaduh Soal Iuran Tapera, Begini Tanggapan Emiten Properti

Jakarta – PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP), emiten yang bergerak di bidang properti real estate, konstruksi, dan sewa ruang atau apartemen, menanggapi terkait iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) untuk ASN maupun karyawan swasta.

Direktur PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP), Toto Sasetyo Dwi Budi Listyanto, mengatakan bahwa, kebijakan tersebut bagus jika dilihat dari sisi pengusaha real estate, dikarenakan uang hasil tabungan tersebut dapat dijadikan uang muka untuk pembelian rumah.

“Kami dari sisi perusahaan real estate bagus karena itu bisa menjadi uang muka, jadi nanti Tapera itu menjadi uang muka nah terus sisanya (cicilan) pakai KPR (Kredit Perumahan Rakyat),” ucap Toto dalam Paparan Publik di Jakarta, 6 Juni 2024.

Baca juga: PNS Nabung Puluhan Tahun Cuma Cair Rp6 Juta, Begini Penjelasan BP Tapera

Lebih jauh dia menjelaskan, hasil dari iuran Tapera tersebut tidak diperuntukkan bagi pembelian rumah secara lunas, karena dengan tabungan selama 10 tahun dan inflasi sebesar 5 persen tidak akan sebanding dengan harga rumah nantinya.

“Kalau untuk beli lunas ya susah karena kan kita kan nabung 10 tahun dengan inflasi 5 persen, sementara kita nabung cuma 3 persen ngga akan ke-uber antara inflasi sama harga rumah,” imbuhnya.

Baca juga: Pemerintah Sarankan Rusun Jadi Alternatif Lokasi Program Tapera

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), para karyawan swasta diharuskan membayar iuran Tapera sebesa 3 persen.

Rinciannya, sebanyak 2,5 persen dibayarkan oleh pekerja dan dan 0,5 persen akan dibayarkan oleh pemberi kerja. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

13 mins ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

1 hour ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

2 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

3 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

3 hours ago