Jakarta – Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) menghadirkan zona khusus bertajuk “Koperasi x Desa Bisa Ekspor”, yang menjadi etalase produk unggulan dari desa, dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025.
Dalam zona khusus tersebut, Kemenkop melibatkan tujuh koperasi untuk terlibat dalam pameran atas produk-produknya dan memfasilitasi lima koperasi untuk melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan INA Trading.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari mengatakan, total transaksi yag dihasilkan tujuh koperasi menembus Rp493.086.000.
“Total transaksi dari tujuh Koperasi selama 5 hari adalah sebesar Rp493.086.000. Selain pameran produk, kegiatan di booth juga mencakup business matching, promosi digital, distribusi katalog, serta wawancara media dengan perwakilan koperasi,” ujarnya, dikutip Senin, 20 Oktober 2025.
Baca juga: Koperasi Kini Bisa Kelola Tambang Mineral dan Batu Bara
Ia menjelaskan, tujuh koperasi tersebut adalah Koperasi Konsumen Pondok Pesantren An-Nur II Al Murtadlo, Koperasi Pemasaran Komoditi Kopi Papua (KOPPA), Koperasi Modern Wanita Ikaboga, Koperasi Mitra Malabar, Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya, Koperasi Nira Kamukten dan Koperasi Pemasaran Citra Nusantara Maju.
Selain itu, beberapa koperasi juga telah melakukan pertemuan dengan buyer lokal maupun internasional yang menyatakan ketertarikan untuk berkolaborasi.
Destry menuturkan, pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui diskusi teknis lebih lanjut setelah pelaksanaan TEI. Adapun negara buyer yang terlibat dalam business matching antara lain Maldives, Amerika Serikat, Australia, Afrika Selatan, Qatar, Oman, Swiss dan Arab Saudi.
Baca juga: BKPM Dorong Koperasi Desa Merah Putih Investasi ke 9 Sektor Prioritas
Dari kegiatan business matching tersebut, kata dia, terdapat tiga koperasi yang telah mencatatkan potensi nilai transaksi dengan total mencapai Rp3,6 miliar, yaitu Koppontren Annur II Al Murtadlo, Koperasi Nira Kamukten, dan Koperasi Mitra Malabar.
Selain itu, Koperasi Mitra Malabar juga telah menandatangani MoU dengan buyer asal Qatar pada saat acara, dengan nilai kontrak sebesar USD 7,7 juta atau setara dengan Rp127 miliar untuk ekspor produk kopi.
Destry menekankan bahwa partisipasi koperasi dalam TEI bukan sekadar pameran, melainkan langkah konkret untuk naik kelas.
“Melalui TEI, Koperasi berpotensi besar meningkatkan daya saingnya dengan menampilkan produk-produk terbaiknya kepada calon buyer/mitra strategis dari berbagai negara yang turut hadir dalam ajang internasional tersebut,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More