News Update

Gabung di TEI 2025, Transaksi Tujuh Koperasi Tembus Segini

Poin Penting

  • Koperasi Mitra Malabar menandatangani MoU ekspor kopi senilai USD 7,7 juta (Rp127 miliar) dengan buyer asal Qatar di TEI 2025.
  • Kemenkop libatkan 7 koperasi dalam zona “Koperasi x Desa Bisa Ekspor”, menghasilkan total transaksi Rp493 juta selama 5 hari.
  • Tiga koperasi mencatat potensi transaksi dari business matching dengan buyer internasional dari 8 negara.

Jakarta – Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) menghadirkan zona khusus bertajuk “Koperasi x Desa Bisa Ekspor”, yang menjadi etalase produk unggulan dari desa, dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025. 

Dalam zona khusus tersebut, Kemenkop melibatkan tujuh koperasi untuk terlibat dalam pameran atas produk-produknya dan memfasilitasi lima koperasi untuk melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan INA Trading.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari mengatakan, total transaksi yag dihasilkan tujuh koperasi menembus Rp493.086.000.

“Total transaksi dari tujuh Koperasi selama 5 hari adalah sebesar Rp493.086.000. Selain pameran produk, kegiatan di booth juga mencakup business matching, promosi digital, distribusi katalog, serta wawancara media dengan perwakilan koperasi,” ujarnya, dikutip Senin, 20 Oktober 2025.

Baca juga: Koperasi Kini Bisa Kelola Tambang Mineral dan Batu Bara

Ia menjelaskan, tujuh koperasi tersebut adalah Koperasi Konsumen Pondok Pesantren An-Nur II Al Murtadlo, Koperasi Pemasaran Komoditi Kopi Papua (KOPPA), Koperasi Modern Wanita Ikaboga, Koperasi Mitra Malabar, Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya, Koperasi Nira Kamukten dan Koperasi Pemasaran Citra Nusantara Maju.

Selain itu, beberapa koperasi juga telah melakukan pertemuan dengan buyer lokal maupun internasional yang menyatakan ketertarikan untuk berkolaborasi. 

Business Matching

Destry menuturkan, pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui diskusi teknis lebih lanjut setelah pelaksanaan TEI. Adapun negara buyer yang terlibat dalam business matching antara lain Maldives, Amerika Serikat, Australia, Afrika Selatan, Qatar, Oman, Swiss dan Arab Saudi.

Baca juga: BKPM Dorong Koperasi Desa Merah Putih Investasi ke 9 Sektor Prioritas

Dari kegiatan business matching tersebut, kata dia, terdapat tiga koperasi yang telah mencatatkan potensi nilai transaksi dengan total mencapai Rp3,6 miliar, yaitu Koppontren Annur II Al Murtadlo, Koperasi Nira Kamukten, dan Koperasi Mitra Malabar. 

Selain itu, Koperasi Mitra Malabar juga telah menandatangani MoU dengan buyer asal Qatar pada saat acara, dengan nilai kontrak sebesar USD 7,7 juta atau setara dengan Rp127 miliar untuk ekspor produk kopi.

Destry menekankan bahwa partisipasi koperasi dalam TEI bukan sekadar pameran, melainkan langkah konkret untuk naik kelas. 

“Melalui TEI, Koperasi berpotensi besar meningkatkan daya saingnya dengan menampilkan produk-produk terbaiknya kepada calon buyer/mitra strategis dari berbagai negara yang turut hadir dalam ajang internasional tersebut,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Free Float 15 Persen Dilakukan Bertahap, Begini Respons AEI

Poin Penting OJK menyiapkan kenaikan minimum free float emiten secara bertahap hingga 15 persen dalam… Read More

16 mins ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah 0,53 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.079,32, berbalik turun dari… Read More

36 mins ago

Misbakhun Buka Suara soal Namanya Masuk Bursa Calon Ketua OJK

Poin Penting Misbakhun membantah mengetahui isu namanya masuk bursa calon Ketua OJK dan menegaskan masih… Read More

39 mins ago

OJK Perluas Klasifikasi Investor Jadi 27 Jenis, Ini Rinciannya

Poin Penting OJK memperluas klasifikasi investor pasar modal dari 9 menjadi 27 jenis untuk meningkatkan… Read More

1 hour ago

Bukan Gaji, Ini 5 Faktor yang Bikin Pekerja Indonesia Paling Bahagia se-Asia Pasifik

Poin Penting Indonesia jadi negara dengan pekerja paling bahagia di Asia Pasifik, dengan 82 persen… Read More

2 hours ago

Bareskrim Geledah Shinhan Sekuritas Terkait Dugaan Saham Gorengan

Poin Penting Bareskrim geledah PT Shinhan Sekuritas Indonesia terkait pengembangan kasus dugaan tindak pidana pasar… Read More

2 hours ago