Keuangan

Fundamental Kuat, Amartha Buka Peluang IPO

Poin Penting

  • Amartha buka peluang IPO di Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis
  • Waktu IPO belum ditentukan, karena manajemen masih mencermati kondisi pasar modal serta minat dan permintaan investor terhadap saham Amartha.
  • Kinerja 2025 solid, dengan penyaluran pembiayaan Rp13,2 triliun (tumbuh >20 persen yoy), TWP90 terjaga di sekitar 4 persen

Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek atau Amartha membuka peluang untuk melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) ke Bursa Efek Indonesia (BEI).

Andi Taufan Garuda Putra, CEO & Founder Amartha menjelaskan, rencana melantai di bursa telah menjadi bagian pengembangan bisnis perseroan. Terlebih, saat ini secara fundamental bisa dibilang Amartha yang berdiri sejak 2010 tersebut cukup kuat.

“Alhamdulillah fundamental bisnis kami bagus. Bisnis tahun lalu juga profit, dan profit kami terus jaga secara konsisten sepanjang beberapa tahun ke belakang,” terang Andi. pada Jumat, 23 Januari 2026.

Baca juga: Amartha Salurkan Pembiayaan Rp13,2 Triliun Sepanjang 2025, Mayoritas ke Sektor Ini

Hanya saja, Andi belum membeberkan secara detail kapan target IPO Amartha terealisasi. Pihaknya, saat ini masih mencermati kondisi pasar modal, serta minat dan permintaan investor terhadap saham Amartha.

“Insya Allah, kita lihat trennya ke depan seperti apa, dan bagaimana market serta investor, melihat Amartha. Apakah Amartha memang ditunggu-tunggu buat IPO? Ya kita ikuti permintaan pasar,” tukasnya.

Kinerja Amartha 2025

Untuk diketahui, Amartha mampu menyalurkan pendanaan Rp13,2 triliun sepanjang 2025, tumbuh lebih dari 20 persen secara tahunan. Sementara, tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) terjaga di sekitar 4 persen.

Jika diakumulasi sejak pertama kali berdiri pada 2010, realisasi pembiayaan Amartha tembus Rp37 triliun.

Sementara portofolio Amartha sendiri mayoritas merupakan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Saat ini, 60 persen portofolio Amartha berasal dari wilayah luar Jawa.

Baca juga: Masih Dihantui Pinjol Ilegal dan Gagal Bayar, Begini Prospek Bisnis Pindar 2026

“Tahun 2025, Amartha mampu memberi akses pinjaman uang kepada para pelaku UMKM dari 50 ribu desa di berbagai wilayah di Indonesia,” jelas Andi.

Jika dirinci, kata Andi, sebanyak 53 persen borrower Amartha pada 2025 bergerak di sektor perdagangan. Kemudian, disusul sektor pertanian (22 persen), sektor peternakan (9 persen), sektor industri rumah tangga dan lainnya (7 persen), serta sektor jasa (6 persen). (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Defisit APBN Februari 2026 Tembus Rp135,7 Triliun

Poin Penting APBN Februari 2026 defisit Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen dari PDB, dengan… Read More

7 hours ago

Mudik Tenang dan Nyaman, Tugu Insurance Hadirkan Asuransi t mudik

Poin Penting Tugu Insurance meluncurkan asuransi mikro t mudik (konvensional dan syariah) untuk memberikan perlindungan… Read More

8 hours ago

Airlangga Beberkan Jurus Pemerintah Jaga Daya Beli di Awal 2026

Poin Penting Pemerintah menggulirkan stimulus fiskal dan bansos sejak awal 2026 untuk menjaga daya beli;… Read More

8 hours ago

Klarifikasi Kades Ciparakan Terkait Isu Rumah Warga Dibongkar Jadi Kopdes Merah Putih

Poin Penting Lahan yang ditempati Cani (80) adalah tanah milik desa, dipilih untuk pembangunan Kopdes/Kel… Read More

8 hours ago

Nilai Transaksi Mandiri Agen Capai Rp3,5 Triliun di Januari 2026

Poin Penting Frekuensi transaksi Mandiri Agen naik 44 persen yoy menjadi 2,34 juta pada Januari… Read More

8 hours ago