FTSE Russell Umumkan Rebalancing Indeks Terbaru, Ini Rinciannya

Jakarta – FTSE Russell mengumumkan hasil rebalancing indeks FTSE Global Equity Series yang akan berlaku pada 19 September dan efektif per 22 September 2025.

Indeks FTSE Global Equity Series terbagi dalam empat kategori, yakni large cap, mid cap, small cap, dan micro cap.

Diketahui emiten yang masuk ke dalam kategori large cap pada periode ini adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

Sementara itu, tidak ada emiten yang masuk ke dalam kategori mid cap, namun terdapat emiten yang keluar yakni PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).

Kemudian, dari sisi small cap tidak ada emiten yang tercatat masuk ataupun keluar.

Sedangkan, untuk kategori micro cap terdapat delapan emiten yang tercatat masuk, antara lain PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT MNC Financial Services Tbk (BCAP), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA).

Lalu, PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI), PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), dan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ).

Baca juga: IHSG Lanjut Menguat 1,02 Persen di Sesi I, Mayoritas Sektor Menghijau

Di sisi lain, terdapat tujuh emiten yang keluar dari small cap FTSE Global Equity Series, di antaranya adalah PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI), dan PT Murni Sadar Tbk (MTMH).

Lalu, PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), dan PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID).

Catatan Revisi dan Masukan Pengguna

Meski begitu, perubahan konstituen indeks di atas masih dapat direvisi oleh FTSE hingga penutupan bursa pada 5 September 2025.

Baca juga: Ada Empat Saham Penghuni Baru Indeks LQ45, Siapa Saja?

Adapun dalam keterbukaan informasi terpisah, FTSE Russell saat ini tengah meminta masukan dari para pengguna indeks mengenai potensi kendala dalam mereplikasi perlakuan indeks pada saham DSSA.

Hal tersebut mengingat adanya potensi weighting yang diberlakukan oleh PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia dalam perdagangan saham tersebut.

FTSE Russell akan menyampaikan pemberitahuan lebih lanjut mengenai konfirmasi perlakuan indeks bagi DSSA sebelum berakhirnya periode pertanyaan kajian indeks pada 5 September 2025. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, BTN Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More

3 hours ago

Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,44 Triliun pada Awal 2026

Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More

10 hours ago

KPK Tetapkan 5 Tersangka Terkait OTT Dugaan Suap Pajak di KPP Madya Jakut

Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More

11 hours ago

Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Penguatan IHSG

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More

11 hours ago

Sempat Sentuh Level 9.000, IHSG Sepekan Menguat 2,16 Persen

Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More

12 hours ago

Rosan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Poin Penting Munas VII MES menetapkan Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum dan Ferry Juliantono sebagai… Read More

18 hours ago