Market Update

FTSE Russell Tunda Review Indeks RI, Apa Dampaknya ke Pasar Modal?

Poin Penting

  • FTSE Russell menunda review indeks RI karena ketidakpastian teknis reformasi pasar, terutama soal free float, bukan karena penurunan kualitas fundamental atau risiko turun status negara
  • Katalis rebalancing tertahan sehingga inflow tambahan ikut tertunda. Jangka pendek, pasar berpotensi lebih defensif dan volatil berbasis sentimen, bukan fundamental
  • Investor disarankan selektif dan akumulasi di area support 7.863. Resistance kuat berada di 8.100, yang sulit ditembus tanpa katalis kuat.

Jakarta – Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana menilai keputusan FTSE Russell untuk menunda review indeks Indonesia pada Maret 2026 menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar, khususnya investor institusi global.

Menurut Hendra, penundaan ini bukan mencerminkan penurunan kualitas fundamental pasar modal Indonesia, melainkan lebih menegaskan adanya ketidakpastian teknis dalam proses reformasi pasar, terutama terkait penentuan free float minimum serta potensi gangguan mekanisme pasar selama masa transisi kebijakan.

“Dari sudut pandang pasar, kebijakan ini berimplikasi pada tertahannya katalis teknikal yang biasanya muncul dari rebalancing indeks,” ucap Hendra dalam keterangannya di Jakarta, 10 Februari 2026.

Baca juga: FTSE Russell Tunda Review Indeks RI, Begini Respons BEI

Kata Hendra, hal tersebut mendorong aliran dana pasif asing cenderung lebih stabil, karena tidak adanya perubahan komposisi. Namun di sisi lain, potensi inflow tambahan ke saham-saham yang sebelumnya berpeluang masuk indeks juga ikut tertunda.

“Dalam jangka pendek, kondisi ini dapat meningkatkan sikap defensif pelaku pasar dan mendorong volatilitas berbasis sentimen, bukan fundamental,” imbuhnya.

Hendra bilang keputusan FTSE ini tidak berkaitan dengan status klasifikasi negara Indonesia dalam Equity Country Classification. Review klasifikasi negara tetap akan dilakukan sesuai jadwal dan diumumkan pada 7 April 2026.

“Dengan demikian, risiko penurunan status negara tidak melekat pada keputusan penundaan review indeks ini, sehingga sentimen negatif seharusnya lebih bersifat teknis dan sementara,” ujar Hendra.

Adapun ke depannya, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada perkembangan reformasi pasar modal Indonesia menjelang review kuartalan FTSE berikutnya pada Juni 2026, dengan pengumuman pada 22 Mei 2026.

Kejelasan arah kebijakan free float dan konsistensi implementasinya akan menjadi faktor kunci untuk mengembalikan kepercayaan penyedia indeks global.

Strategi Investasi Kala FTSE Tunda Review Indeks RI

Dalam kondisi pasar seperti ini, kata Hendra, strategi yang lebih rasional bagi investor adalah tetap selektif, memanfaatkan koreksi di area support untuk akumulasi saham berfundamental kuat, sambil menjaga disiplin manajemen risiko di tengah volatilitas yang masih tinggi.

Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguji kembali level terendah kemarin di area 7.863. Level ini menjadi support penting dalam jangka sangat pendek karena mencerminkan area di mana minat beli mulai muncul.

Baca juga: Setelah MSCI, Kini Giliran FTSE Russell Tunda Review Indeks Saham RI

Selama level tersebut masih mampu dipertahankan, koreksi yang terjadi dapat dikategorikan sebagai pullback yang wajar dalam fase konsolidasi, bukan sinyal pembalikan tren yang lebih dalam.

Sementara itu, area 8.100 menjadi resistance psikologis yang cukup kuat. Selain sebagai angka bulat yang sensitif secara psikologis, level ini juga merupakan area distribusi sebelumnya, di mana tekanan jual cenderung kembali meningkat.

“Tanpa adanya katalis kuat, baik dari arah kebijakan global maupun domestik, peluang IHSG untuk menembus level 8.100 dalam waktu dekat relatif terbatas,” tutup Hendra. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Masuk Tahap Lelang, Danantara Tegaskan Tak Dominasi Pembiayaan Proyek WtE

Poin Penting Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL/WtE) ditargetkan mulai groundbreaking Maret 2026, dengan… Read More

1 hour ago

Adira Finance Siap Genjot Pembiayaan Multiguna di Momen Ramadan

Poin Penting Adira Finance melihat peluang kuat pembiayaan multiguna pada Februari–Maret 2026 seiring momentum Ramadan,… Read More

1 hour ago

HRTA Sebut Permintaan Emas Tetap Tinggi Meski Harga Bergejolak, Ini Alasannya

Poin Penting Permintaan emas tetap kuat meski harga bergejolak, didorong ketidakpastian geopolitik, risiko fiskal, dan… Read More

2 hours ago

Pandu Sjahrir: Danantara Setiap Hari Borong Saham, Fokus Emiten Fundamental Solid

Poin Penting BPI Danantara menyatakan siap berinvestasi di pasar saham Indonesia dan telah aktif membeli… Read More

3 hours ago

BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun, Dukung Program 3 Juta Rumah

Poin Penting BRI menyalurkan KPR subsidi Rp16,16 triliun sepanjang 2025 kepada lebih dari 118 ribu… Read More

3 hours ago

Pemerintah Siap Tebar 2 Jenis Bansos di Kuartal I 2026, Ini Rinciannya

Poin Penting Kemensos salurkan dua jenis bansos di kuartal I 2026, yakni bansos reguler (sembako… Read More

3 hours ago