Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi. (Foto: M. Ibrahim)
Poin Penting
Jakarta – Pejabat Sementara (Pjs) Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan alasannya ikut maju dalam proses seleksi calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK.
Kiki, sapaan akrabnya mengatakan alasan utama dirinya maju jadi calon Anggota DK OJK karena merasa terpanggil saat melihat kekosongan kepemimpinan OJK pada akhir Januari lalu.
“Karena saya terpanggil melihat kekosongan kepemimpinan di OJK beberapa waktu yang lalu dan kebetulan saya sudah di dalam jadi saya merasa terpanggil untuk memimpin OJK,” ujar Kiki usai menjalani fit and proper test bersama Komisi XI DPR RI, Rabu, 11 Maret 2026.
Kiki mengakui, menjadi pemimpin OJK bukan hal yang mudah. Apalagi OJK saat ini tengah dihadapkan sejumlah tantangan, seperti isu terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“Menahkodai OJK di saat yang tidak mudah seperti saat ini. Itu, mohon dukungannya ya semua,” tambahnya.
Baca juga: Fit and Proper Test Bos OJK, Friderica Beberkan 8 Kebijakan Perkuat Sektor Jasa Keuangan
Sebelumnya, Kiki menuturkan mendukung pejabat-pejabat OJK untuk maju atau mendaftar sebagai calon pengganti Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK.
Saat ditanya Infobanknews terkait peluang apakah akan maju mendaftarkan diri sebagai Ketua Dewan Komisioner, ia menepisnya masih berstatus ADK OJK. “(Ibu maju ngga?) Haduh, kan sudah ADK,” imbuhnya beberapa waktu lalu.
Baca juga: Jadwal Lengkap Fit and Proper Test 10 Calon Komisioner OJK di DPR Hari Ini
Untuk diketahui, nama Kiki masuk ke dalam 10 nama yang telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto dan diumumkan Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun untuk mejalani fit and proper test ADK OJK.
Kesepuluh kandidat tersebut akan dipilih untuk mengisi lima posisi strategis di OJK, yakni Ketua Dewan Komisioner, Wakil Ketua Dewan Komisioner, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto, dan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pemerintah membatasi pembelian BBM subsidi (Pertalite dan solar) maksimal 50 liter per kendaraan… Read More
Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36… Read More
Poin Penting Pemerintah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran K/L untuk merespons dampak konflik Timur Tengah… Read More
Poin Penting Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5… Read More
Poin Penting Kontribusi segmen wholesale mencapai sekitar 64 persen dari total portofolio kredit 2025 dan… Read More
Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More