BEI Apresiasi Keterbukaan Pemrov DKI Jakarta Soal Delta Djakarta
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menegaskan, agar Freeport-McMoRan Cooper &Gold Inc untuk merestui PT Freeport Indonesia mencatatkan saham (listing) di BEI, karena pendapatan terbesar perseroan bersumber dari sumber daya alam domestik.
“Freeport sudah ada perusahaannya di sini. Kenapa listed di sini, karena pendapatan terbesarnya Freeport itu dari Indonesia,” Direktur Utama BEI, Tito Sulistio di Jakarta, Kamis, 13 Juli 2017.
Terlebih kata Tito, Freeport Indonesia sudah berbadan hukum perseroan terbatas (PT), sehingga akan memudahkan perseroan untuk memenuhi persyaratan ketentuan listing di BEI.
“Freeport sudah ada PT-nya. Holding company yang ada di luar sana sudah memiliki PT di sini. Kenapa tidak listed di sini?” tegasnya.
Ia sendiri mengungkapkan, sebanyak 52 perusahaan yang mengandalkan pendapatan dari SDA Indonesia sudah masuk ke dalam daftar BEI untuk diajak mencatatkan saham di bursa saham dalam negeri.
Ia mengungkapkan dahulu, saham Freeport Indonesia itu 9,36 persen listed di Bursa, paralel melalui PT Indocopper sebagai induk usahanya pada tahun 1994-1995. Namun sekarang Indocopper sudah delisting.
Sehingga, kata Tito, sudah sewajarnya Freeport bisa kembali masuk ke BEI, karena beroperasi dan berproduksi di Indonesia.
“Freeport Indonesia menjadi salah satu dari 52 perusahaan yang kami bidik BEI untuk listing di sini,” katanya. (*)
Poin Penting BNI mengingatkan lonjakan transaksi Ramadan dan pencairan THR meningkatkan risiko kejahatan siber, khususnya… Read More
Poin Penting IHSG (25/2) diproyeksi melanjutkan pelemahan dengan menguji support di level 8.200–8.250, meski rebound… Read More
Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More