Market Update

Free Float 15 Persen Dilakukan Bertahap, Begini Respons AEI

Poin Penting

  • OJK menyiapkan kenaikan minimum free float emiten secara bertahap hingga 15 persen dalam tiga tahun, dimulai dengan pengelompokan emiten pada tahun pertama
  • Kebijakan ini mengacu pada standar MSCI. AEI menilai emiten mampu memenuhi ketentuan 15 persen, namun implementasinya perlu waktu dan menyesuaikan kondisi pasar
  • Hingga akhir Januari 2026, BEI telah menyuspensi 38 emiten, sementara 243 saham masih memiliki free float di bawah 15 persen.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan aturan kenaikan saham free float kepada perusahaan tercatat saat ini dalam tahap draft. Implementasinya akan dilakukan secara bertahap dari tahun pertama hingga tahun ketiga.

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, pada tahun pertama akan dilakukan pengelompokan kelompok emiten berdasarkan besaran saham free float.

“Misalnya ada kelompok yang ditargetkan di tahun pertama meningkat menjadi 10 persen dari kondisi sekarang, kemudian berjenjang seterusnya sampai dengan angka 15 persen,” ucap Hasan kepada media di Jakarta, 4 Februari 2026.

Baca juga: OJK dan BEI Sosialisasi Aturan Free Float 15 Persen ke AEI

Hasan menyebut ketentuan kenaikan minimum saham free float tersebut sesuai dengan acuan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada pertemuan dengan OJK dan BEI Senin lalu (2/2).

Respons AEI

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Armand Wahyudi Hartono, menyampaikan pihaknya akan mengimbau para emiten untuk meningkatkan kualitas masing-masing dan berfokus dalam memastikan porsi saham free float sesuai ketentuan.

“Jadi ketika ini fokus pembicaraan, tentu fokus dalam memastikan free float-nya ini bisa lebih banyak, tapi itu tergantung kemampuan pasar menyerap juga. Itu sih fokus utama,” ujar Armand dalam kesempatan yang sama.

Armand menyakini bahwa emiten di pasar modal Indonesia mampu memenuhi ketentuan free float saham sebanyak 15 persen tersebut. Hanya saja, untuk mengimplementasikannya perlu didukung kondisi pasar dan dilakukan secara bertahap.

Baca juga: OJK Naikkan Free Float Jadi 15 Persen, CIMB Niaga Siap Ikuti Regulasi

“Kalau kami sih saya rasa kalau bersama-sama harus bekerja sama ya, tentu dengan bursa. Kalau misalnya naik dulu, sedikit-sedikit sih nggak apa-apa. Nanti kita menunggu peraturan saja. (Mampu ke 15 persen?) Menurut saya itu butuh waktu saja. Butuh waktu dan melihat kondisi pasar,” imbuhnya.

Sebagai informasi, BEI sebelumnya telah melakukan penghentian sementara perdagangan efek kepada 38 emiten yang belum memenuhi saham free float hingga 29 Januari 2026.

Sementara itu, data NH Korindo Sekuritas Indonesia per 30 Januari 2026 mencatat masih ada 243 saham yang free float-nya di bawah 15 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Marak Joki Coretax di Medsos, Begini Tanggapan Menkeu Purbaya

Poin Penting Marak jasa joki Coretax di media sosial dengan tarif Rp50–100 ribu, memanfaatkan kesulitan… Read More

45 mins ago

Universal Banking di Depan Mata, OJK Soroti Tantangan Kesiapan IT Industri Perbankan

Poin Penting OJK kaji universal banking, yakni integrasi layanan keuangan (perbankan, asuransi, investasi, fintech) dalam… Read More

2 hours ago

IHSG Dibuka Rebound, Balik Lagi ke Level 7.000

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,19 persen ke level 7.002,69 pada awal perdagangan, berbalik dari… Read More

2 hours ago

Update Harga Emas Hari Ini (7/4): Antam, Galeri24, dan UBS Turun Berjamaah

Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak turun pada 7 April 2026 setelah sebelumnya stabil… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Level Rp17.076

Poin Penting Rupiah hari ini dibuka melemah ke Rp17.076 per dolar AS (turun 0,24 persen… Read More

2 hours ago

IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasikan 4 Saham Ini

Poin Penting IHSG diproyeksikan masih rawan koreksi ke rentang 6.745–6.849, meski skenario terbaik berpeluang menguat… Read More

3 hours ago