Ilustrasi: Logam mulia emas. (Foto: istimewa)
Jakarta–Sesuai ekspektasi, harga emas mencapai level support di US$1200 kemarin karena diuntungkan oleh salah satu periode pelemahan US$ paling dramatis selama beberapa waktu terakhir ini.
Jameel Ahmad, Chief Market Analyst FXTM mengatakan, emas kemungkinan akan melemah di bawah US$1200 di sesi perdagangan selanjutnya. Namun US$1200 kini dianggap sebagai level psikologis penting bagi trader dan kemungkinan akan menjadi poros bagi investor untuk menentukan ke arah mana mereka ingin membawa emas di masa mendatang.
“Ada kecemasan tentang penurunan momentum ekonomi AS yang dapat memaksa Federal Reserve untuk sepenuhnya berbalik arah dari komitmen Fed sebelumnya untuk terus melakukan normalisasi kebijakan moneter di 2016” ujar Jameel.
Dan inilah, lanjutnya, alasan mengapa sebagian pihak akan tetap bersentimen positif terhadap emas dalam jangka menengah dan mungkin panjang.(*)
Poin Penting Bank Jateng percepat ekspansi Kredit Kendaraan Bermotor dengan target 100.000 unit tahun ini.… Read More
Poin Penting RedDoorz membidik kenaikan pendapatan 20 persen menjelang Lebaran 2026. Kota seperti Garut, Tasikmalaya,… Read More
Poin Penting Rupiah melemah dibuka di Rp16.788 per dolar AS turun 0,17 persen dari penutupan… Read More
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS naik pada Jumat, 27 Februari 2026, dibandingkan… Read More
Poin Penting Pada pembukaan 27 Februari 2026, IHSG turun 0,30% ke level 8.210,43 dengan 663,67… Read More
Poin Penting Bank Saqu fokus meningkatkan engagement, event komunitas, promo digital, dan fitur aplikasi untuk… Read More