Fokus Transisi Menuju Bisnis Hijau, Begini Kinerja TBS Energi Utama di Semester I 2025

Jakarta — PT TBS Energi Utama Tbk (TBS) menjadikan 2025 sebagai momen mengakselerasi transformasi portofolio bisnis. Emiten berkode saham TOBA ini mengalihkan fokus dari bisnis batu bara ke arah yang lebih berkelanjutan.

Perseroan telah secara aktif masuk ke dalam tiga lini usaha baru, yakni pengelolaan limbah, EBT, dan kendaraan listrik. Ketiga pilar ini menjadi pondasi utama dalam membangun bisnis yang lebih resilien, rendah karbon, dan berorientasi masa depan.

Dalam jangka pendek, masa transisi ini memang berefek pada kinerja perseroan yang terkoreksi. Di semester I 2025, pendapatan konsilidasian TOBA tercatat USD172,2 juta, atau turun 44,42 persen dibandingkan USD248,7 juta di periode sama tahun sebelumnya.

Kontraksi ini tidak lepas dari menurunnya volume penjualan pertambangan batu bara, dari 1,7 juta ton menjadi 0,7 ton. Harga batu baru juga mengalami koreksi dari rata-rata USD83 per ton menjadi USD52,9 per ton.

Baca juga: FIFGroup Kantongi Laba Bersih Rp2,27 Triliun di Semester I 2025

Penurunan volume penjualan disebabkan melemahnya permintaan global dan keputusan TBS untuk menyesuaikan startegi penjualan, menanti momentum harga yang lebih menarik. Tren harga batu baru memang sedang melandai sejak tahun lalu.

Bila dirinci, segmen bisnis pertambangan dan perdagangan batu bara membutukan pendapatan USD91,6 juta, atau setara 53 persen dari total pendapatan TBS. Segmen ini mengalami penurunan 82 persen secara tahunan. Penurunan ini sejalan dengan komitmen TBS mengurangi ketergantungan terhadap sektor batubara dan mempercepat transisi menuju portofolio bisnis yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Di paruh pertama 2025, TBS membukukan rugi bersih USD115,3 juta. Kerugian ini sebagian besar disebabkan pencatatan rugi non-kas dari divestasi dua anak usaha PLTU, yakni PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL) dan PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP), yang dituntaskan pada Maret dan Mei 2025 lalu.

Rugi non-kas dari divestasi ini tercatat sebesar USD96,9 juta. Kerugian itu tidak memperngaruhi arus kas perseroan, justru menghasilkan tambahan dana segar berupa pemasukan ke dalam kas TBS sebesar USD123,6 juta. Hal ini memperkuat kondisi fundamental operasional Perseroan yang tetap terjaga di tengah masa transisi.

Di tengah pelemahan kinerja keuangan, TBS secara bertahap membangun fondasi transisi portofolio. Transisi ini diklaim berjalan solid di mana TBS meraih kemajuan nyata dalam perubahan portofolio ke tiga bisnis yang lebih hijau.

Baca juga: DSNG Catat Pertumbuhan Laba Bersih 80 Persen di Paruh Pertama 2025

Pilar bisnis baru perseroan, yakni bisnis pengelolaan limbah mulai menampakan kontribusi nyata, dengan membukukan pendapatan USD59,6 juta dan margin EBITDA sebesar 17 persen. Ini merefleksikan awal yang kuat bagi pilar pertumbuhan jangka panjang.

Perseroan juga melakukan divestasi dan meningkatkan posisi kas. TBS meraih USD123,6 juta dari penjualan dua PLTU. Langkah ini juga menurunkan emisi karbon lebih dari 86 persen atau setara 1,4 juta ton CO2 per tahun.

Di lain sisi, TBS juga memperkuat kapabilitas dengan merampungkan akuisisi Sembacorp Environment Pte. Ltd. dan Sembcorp Enviro Facility Pte. Ltd. Aksi ini memperluas jangkauan dan kapabilitas TBS di sektor pengelolaan limbah, sekaligus memperkuat positioning sebagai pemain regional dalam ekonomi sirkular. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Recent Posts

Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, BTN Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More

4 hours ago

Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,44 Triliun pada Awal 2026

Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More

10 hours ago

KPK Tetapkan 5 Tersangka Terkait OTT Dugaan Suap Pajak di KPP Madya Jakut

Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More

11 hours ago

Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Penguatan IHSG

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More

11 hours ago

Sempat Sentuh Level 9.000, IHSG Sepekan Menguat 2,16 Persen

Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More

13 hours ago

Rosan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Poin Penting Munas VII MES menetapkan Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum dan Ferry Juliantono sebagai… Read More

18 hours ago