PermataBank Catat Laba Rp164 Miliar di Kuartal I, Turun 63,7%
Jakarta – PT Bank Permata Tbk (PermataBank) masih fokus untuk meningkatkan penyaluran kredit miliknya di 2020. Tak tanggung-tanggung pihaknya membidik pertumbuhan kredit hingga 10%, di mana salah satu fokusnya ialah segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM/SME).
“Kita lebih fokus ke kredit kecil yang skalanya itu sampai Rp10 miliar dan ini baru kita fokuskan 2020 ini. Dengan ini, diharapkan memperoleh profit cukup baik karena potensi margin suku bunga lebih baik daripada komersial yang lebih besar,” kata Direktur Keuangan Bank Permata Lea Setianti Kusumawijaya di Jakarta, Rabu 19 Febuari 2020.
Tak hanya dari SME, PermataBank juga melakukan strategi dan inisitiatif untuk pertumbuhan aset di semua lini sektor lainnya, baik dari retail maupun wholesale banking. Untuk retail, Bank Permata akan memfokuskan untuk tetap menjadi top player di Kredit Perumahan Rakyat (KPR).
“Kredit yang diincar dari retail adalah kredit dengan margin suku bunga baik atau high yield, high risk melalui partnering dengan fintech dan lebih ke depeening penawaran produk dengan margin suku bunga tinggi seperti kredit card dan KTH,” jelas Lea.
Dari segi perusahaan, Bank Permata akan melakukan inovasi dan partnership dengan major player, baik dari supply change hingga shophisticated solusion untuk pembiayaan yang dibutuhkan oleh nasabah. Tak hanya itu, Bank Permata pun tak akan melupakan partnering dengan unit usaha syariah karena potensi syariah terutama dari BUMN cukup besar. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More