Keuangan

Fokus Perkuat Fundamental Perusahaan, Venteny Absen Bagikan Dividen

Jakarta – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Venteny Fortuna International Tbk (VNTY) memutuskan tidak membagikan dividen dari laba tahun buku 2022.

Merujuk laporan keuangan perseroan tahun 2022, emiten teknologi ini berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp5,5 miliar di 2022. Angka ini meningkatkan 52% dibandingkan laba tahun 2021 yang mencapai Rp 3,6 miliar.

Dijelaskan Direktur Venteny Fortuna International Damar Raditya, keputusan untuk tidak mebagikan dividen bukan tanpa alasan. Mengingat, Venteny masih memiliki kewajiban untuk mengalokasikan laba sebagai dana cadangan atau reserved fund.

“Untuk tahun ini kami punya kewajiban untuk reverse fund, sehingga kami mengalokasikan Rp500 juta untuk itu. Sisanya Rp700 juta untuk keperluan working capital perusahaan,” kata Damar dalam konferensi pers, Selasa, 6 Juni 2023.

Dengan alokasi tersebut, kata Damar, diyakini fundamental perusahaan akan lebih kuat dalam mengarungi bisnis di tahun ini. Sehingga nantinya pembagian dividen kepada pemegang saham bisa terealisasi.

“Fokus kami memang fundamental perusahaan, sehingga tahun ini bisa mencapai kinerja lebih baik. Kami optimis dengan pengembangan (fundamental) kinerja perusahaan bisa naik 2 sampai 3 kali lipat,”ungkap Damar.

Sejumlah strategi juga telah dipersiapkan Venteny guna menggenjot kinerja perseroan. Salah satunya dengan melakukan sejumlah ekspansi bisnis ke sejumlah wilayah Tanah Air. Diakui, saat ini kontribusi bisnis Venteny masih terpusat di Jawa.

“Kami akan fokus di Indonesia, karena belum merambah Kalimantan dan Sulawesi. Market di Indonesia besar sekali, belum banyak yang tercover. Kami juga tetap melihat peluang di negara lain, seperti di Thailand dan Vietnam,” ujar Damar.

Di kuartal I-2023, Venteny telah melakukan penyaluran dana dari model Business to Business (B2B) sebesar Rp340 miliar, meningkat 30% dari Rp262 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, penyaluran dana Business to Business to Employee (B2B2E) juga mengalami peningkatan jumlah pengguna aktif dan transaksi sehingga terjadi peningkatan GMV sebesar 3.000% dari Rp0,7 miliar di kuartal 1 2022 menjadi Rp21 miliar di kuartal I-2023.

Dari penyaluran tersebut, perseroan berhasil membukukan pendapatan Rp32,6 miliar selama kuartal I-2023. Hasil ini meningkat 243% dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang menyentuh angka Rp13,4 miliar.

Sejurus dengan itu, laba perusahaan pun ikut terdongkrak. Pada kuartal I-2023, perseroanberhasil mencetak laba sebelum pajak sebesar Rp4,7 miliar. Angka ini meningkat 178% dari kuartal satu tahun sebelumnya (year on year/yoy) yang tercatat Rp2,6 miliar.(*)

Galih Pratama

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

4 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

4 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

5 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

9 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

18 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

18 hours ago