Fokus ke UMKM, Laba Bank Sampoerna Naik 44% di Semester I-2022  

Fokus ke UMKM, Laba Bank Sampoerna Naik 44% di Semester I-2022  

Kuartal I-2018, Laba Bank Sampoerna Naik 14%
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta –  PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) membukukan laba bersih di Semester I-2022 sebesar Rp26,6 miliar atau mengalami kenaikan 44% bila dibandingkan dari laba semester pertama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp18,5 miliar. Pertumbuhan laba ini sejalan dengan kolaborasi yang apik dengan berbagai pihak dan ditopang oleh transformasi digital yang terus dilakukan perusahaan.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Bisnis Bank Sampoerna Henky Suryaputra mengatakan, peningkatan laba tak lepas dari peningkatan pendapatan bunga bersih, termasuk di dalamnya penurunan beban bunga. Kondisi ekonomi yang semakin membaik juga memungkinkan Bank untuk melepaskan dana mahal, sehingga rasio dana murah (CASA ratio) meningkat menjadi 26% dari 18% pada satu tahun sebelumnya.

“Pngelolaan likuiditas pun lebih efisien dengan rasio pinjaman terhadap DPK (Loans to Deposits Ratio) 87%, dibandingkan dengan 76% pada satu tahun sebelumnya,” ujar Henky dalam keterangannya dikutip, 30 Juli 2022.

Kinerja yang dicapai perseroan tersebut diperoleh tanpa mengabaikan praktik perbankan yang hati-hati (prudent). Dengan pengelolaan yang baik, rasio kredit bermasalah (NPL/ non-performing loan) pada akhir Juni 2022 dapat dijaga sebesar 2,6%, atau lebih baik dari dibandingkan rata-rata industri perbankan yang tercatat sebesar 3,0% pada akhir Maret 2022.

Pada semester pertama tahun 2022 ini pula, Bank Sampoerna membukukan beban penyisihan penurunan nilai sebesar Rp186 miliar atau meningkat 71% dibandingkan beban yang dibukukan pada periode yang sama tahun 2021. Dengan demikian, Bank Sampoerna memiliki fundamental kualitas kredit yang lebih baik dengan rasio penyisihan piutang tak tertagih terhadap total piutang tak tertagih (rasio CKPN terhadap NPL) mencapai 140%.

Disampaikan Henky bahwa kolaborasi merupakan kunci untuk mendukung UMKM yang berjumlah puluhan juta, memiliki ragam karakteristik dan tersebar luas secara geografis. “Dengan kolaborasi, kami jadi punya sahabat yang memberikan dukungan sumber daya dan moril yang lebih banyak untuk terus membantu UMKM tumbuh dan berkembang,” ucap dia.

Bank Sampoerna memang terus mendorong sektor UMKM berkembang di tengah pemulihan ekonomi yang terus berlanjut. Komitmen tersebut sejalan dengan agenda pemerintah yang terus memacu pertumbuhan UMKM melalui kemudahan pelaku UMKM mendapatkan akses permodalan dan perluasan pasar.

Direktur Utama Bank Sampoerna, Ali Rukmijah, menyampaikan bahwa dengan situasi ekonomi yang terus membaik, pihaknya akan memacu dukungan terhadap UMKM melalui pemberian fasilitas transaksi pembayaran dan pembiayaan usaha. Untuk lebih memaksimalkan dukungan terhadap UMKM, Bank Sampoerna berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan fintech.

Menurutnya, masih banyak UMKM yang tidak dapat masuk ke sistem keuangan formal karena terkendala persyaratan yang ketat dan tantangan geografis yang tidak mudah. Karena itu pihaknya terus berupaya hingga UMKM dapat memperoleh manfaat dari penerimaan berbagai metode pembayaran selain pembayaran tunai, termasuk pembayaran dengan menggunakan QRIS.

“Selain memberikan pembiayaan dan layanan langsung ke UMKM, Bank Sampoerna juga memberikan pembiayaan secara tidak langsung ke UMKM dengan membuka pintu lebar-lebar kerja sama dengan perusahaan-perusahaan fintech yang memiliki kesamaan visi dan komitmen terhadap UMKM yaitu membantu pelaku UMKM bisa naik kelas,” ungkap Ali.

Adapun pinjaman yang disalurkan (disbursement) sepanjang paruh pertama tahun 2022 sendiri mencapai hampir Rp4 triliun, atau meningkat 30% dibandingkan pinjaman yang disalurkan pada paruh pertama tahun 2021. Namun demikian, dengan penyaluran pinjaman yang relatif rendah di sepanjang tahun 2021 peningkatan outstanding loan (pinjaman yang tercatat di neraca) per akhir Juni 2022 hanya sebesar 3,1% menjadi Rp8,7 triliun dibandingkan dengan outstanding loan per akhir Juni 2021.

“Dari jumlah tersebut, sekitar 40% pinjaman diberikan secara langsung ke UMKM,” tambah Henky Suryaputra.

Sejalan dengan penyaluran pinjaman, Bank Sampoerna juga terus melanjutkan transformasi digital. Pada kuartal dua tahun 2022 ini, proses pembukaan tabungan Sampoerna Mobile Saving secara daring (online) telah lebih sederhana dengan pemanfaatan fitur pengenalan wajar (face recognition) dan deteksi keaslian pengguna (liveness detection). Selain memudahkan nasabah secara umum, fitur baru ini juga mempermudah pengusaha UMKM membuka tabungan Sampoerna Mobile Saving dan menerima pembayaran lewat QRIS dengan meng-install aplikasi Sampoerna Mobile Merchant.

Keberlangsungan kolaborasi dan transformasi digital Bank Sampoerna juga berdampak pada pembiayaan pada perusahaan P2P (peer-to-peer) lending dan nilai transaksi virtual accounts yang difasilitasi. Hingga saat ini, beberapa perusahaan P2P lending yang bekerja sama dengan Bank Sampoerna, di antaranya Mekar, Julo, Indodana, Kredivo, dan Akulaku. Sementara perusahaan fintech payment gateway (gerbang pembayaran), yang telah bekerja sama adalah Xendit, Instamoney, Safecash, dan Dhasatra.

“Per akhir Juni 2022, pembiayaan yang diberikan Bank Sampoerna pada perusahaan P2P telah naik lebih dari dua kali lipat hingga ratusan miliar rupiah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Demikian pula nilai transaksi virtual accounts yang difasilitasi Bank Sampoerna di semester pertama tahun 2022 ini mencapai triliunan rupiah setiap bulannya, meningkat 80% dibandingkan rata-rata nilai transaksi bulanan periode yang sama tahun lalu,” tutup Henky. (*)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]