Perbankan

Fokus ke Segmen Ini, Bank Mandiri ‘Pede’ Kredit Tumbuh di Atas 12 Persen hingga Akhir 2024

Jakarta – Di tengah kondisi ekonomi domestik yang solid, Bank Mandiri memproyeksi penyaluran kredit mampu di atas 12 persen pada semester II 2024. Target tersebut berada di atas rerata industri perbankan per Juni 2024 yang tercatat sebesar 12,36 persen.

“Dengan kondisi ekonomi solid dan masih tingginya permintaan kredit, kami yakin pertumbuhan kredit di akhir 2024 akan berada di atas industri saat ini (semester I 2024),” ujar Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Sigit Prastowo dalam Public Expose Live 2024 di Jakarta, 27 Agustus 2024.

Lebih jauh dia menjelaskan, pertumbuan kredit hingga semester II 2024 akan difokuskan pada sektor-sektor yang dikategorikan prospektif dan resilien. Sektor tersebut di antaranya perkebunan, industri makanan, hingga telekomunikasi.

Baca juga: Bank Mandiri Resmi Menjadi Presenting Partner Timnas Garuda

“Sektor-sektor ini lah yang akan menjadi fokus kita dalam merealisasikan target kredit hingga akhir tahun,” ujarnya.

Di sisi lain, kata Sigit, dalam mengejar target kredit hingga akhir 2024, pihaknya tak hanya fokus pada pertumbuhan semata, tapi juga mengutamakan kualitas kredit yang disalurkan.

“Di dalam bertumbuh, tentu kami tidak mengorbankan kualitas kredit. Target kredit kami sudah targeted, sesuai dengan risiko-risiko yang kami kategorikan sebagai tergolong positif dan netral,” ujarnya.

Diketahui, di paruh pertama 2024, Bank Mandiri telah mampu merealisasikan penyaluran kredit konsolidasi Rp1.532 triliun, atau tumbuh 20,5 persen secara year on year (yoy).

Pertumbuhan tersebut, melampaui rata-rata industri perbankan yang tumbuh sebesar 12,36 persen yoy per Juni 2024.

Baca juga: Dongkrak Kredit, BI Guyur Insentif Likuiditas Rp225 Triliun ke 124 Bank

Penyaluran kredit ke segmen korporasi menjadi kontributor terbesar, dengan realisasi mencapai Rp561 triliun pada kuartal II 2024, meningkat 29,7 persen yoy dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp433 triliun.

Selain korporasi, segmen komersial mencatat peningkatan kredit sebesar 21,7 persen yoy menjadi Rp262 triliun, sementara kredit UMKM meningkat 6,3 persen yoy mencapai Rp127 triliun. Diikuti dengan laju kredit konsumer yang meningkat 9,02 persen yoy menjadi Rp116 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut turut diikuti oleh realisasi laba bersih Bank Mandiri secara konsolidasi yang tumbuh 5,23 persen yoy menjadi Rp26,6 triliun pada akhir kuartal II 2024. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Siapa yang Melindungi Industri Jasa Keuangan Kita? Coba Tanyakan pada Rumput yang Bergoyang

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group INDUSTRI jasa keuangan Indonesia dewasa ini… Read More

16 mins ago

WBSA Melantai di Bursa, Harga Saham Langsung Sentuh ARA

Poin Penting PT BSA Logistics Indonesia Tbk resmi IPO di Bursa Efek Indonesia, saham melonjak… Read More

24 mins ago

IHSG Dibuka Menguat 0,61 Persen ke Posisi 7.351

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,61 persen ke level 7.351,99 pada awal perdagangan, melanjutkan tren… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Menguat, Investor Terus Cermati Gencatan Senjata Konflik AS-Iran

Poin Penting Rupiah menguat tipis ke Rp17.083 per dolar AS di awal perdagangan, didorong pelemahan… Read More

2 hours ago

Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Hari Ini (10/4) Anjlok Berjamaah, Cek Rinciannya

Poin Penting Harga emas di Pegadaian pada 10 April 2026 kompak turun untuk tiga produk:… Read More

2 hours ago

IHSG Berpeluang Menguat, Ini Katalis Penggeraknya

Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan pada awal pekan, dengan level support 7.084–7.191 dan resistance… Read More

2 hours ago