Poin Penting
Jakarta – Di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik, PT Bank Syariah Nasional (BSN) menegaskan tetap fokus dan optimis dalam menggarap pembiayaan di sektor perumahan sebagai core bisnis bank.
“Tahun ini, BSN masih tetap fokus ke core perumahan. Jadi visi kami di BSN adalah menjadi mitra keuangan keluarga yang berkah dan amanah, di dalam visi kami itu, core bankingnya masih di perumahan,” ujar Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, ketika ditemui Infobanknews pada acara Starting Year Forum 2026 Public Discussion: “Apakah Kredit Macet di Bank Milik Negara Harus Dipidanakan dan Dianggap Merugikan Negara?” yang diselenggarakan Infobank Media Group, di The St. Regis, Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.
Ia menambahkan, kondisi geopolitik global yang terjadi saat ini memang berpotensi akan berpengaruh terhadap perbankan syariah. Apalagi, kata dia, market share perbankan syariah terhadap perbankan nasional masih berada di kisaran 7 persen – 8 persen. Berbeda dengan Malaysia, dengan market share perbankan syariah di angka 42 persen – 43 persen.
“Sehingga kalau geopolitik dan perang, seperti di Ukraina dan lainnya, itu pasti akan berdampak pada bunga, pada ekonomi Indonesia. Kami pun terdampak. Tapi Alhamdulillah kami di perumahan juga masih stabil. Dari tahun 2023 sampai 2025 ini pertumbuhannya cukup tinggi, sebesar 18 persen dan itu masih bertahan. Apalagi permintaan atau subsidi rumah ini tidak berkurang,” tambahnya.
Baca juga: BSN Resmi Operasi, Siap Jadi Katalisator Industri Perbankan Syariah Nasional
Lebih lanjut, Alex pun membidik pembiayaan BSN mampu tumbuh sekitar 18 persen hingga 20 persen tahun ini. Sementara, untuk dana pihak ketiga (DPK) atau funding targetnya tumbuh sekitar 19 persen hingga 20 persen di 2026.
Di sisi permodalan, Alex menegaskan posisi BSN saat ini sangat solid untuk menopang ekspansi bisnis. Ia mengungkapkan saat ini BSN memiliki modal sebesar Rp6,5 triliun dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio/CAR mencapai 32 persen.
“Masih longgar untuk kami ekspansi,” ungkap Alex.
Baca juga: Dampak Bencana Sumatra, BSN Berikan Relaksasi kepada 8.000 Lebih Masyarakat
Kemudian, tahun ini BSN juga berkomitmen memperkuat kanal-kanal digitalisasi, salah satunya melalui aplikasi mobile banking Bale Syariah by BSN.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi digitalisasi BSN pasca spin-off dari induknya, Bank Tabungan Negara (BTN).
“Kalau aplikasi digital memang ada sinergi dengan BTN tetapi kami punya aplikasi sendiri, Bale Syariah. Itu sudah ada dan kami akan campaign di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (*) Ayu Utami
PT Bank KB Bukopin Syariah (KB Bank Syariah) menggelar berbagai rangkaian acara untuk mengenalkan kantor… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,46 persen ke level 8.951,01, namun mayoritas indeks domestik masih… Read More
Poin Penting Investasi emas BPKH masih terbatas karena belum adanya pasar emas korporasi di Indonesia,… Read More
Poin Penting IHSG melemah pekan ini sebesar 1,37 persen ke level 8.951,01, seiring turunnya kapitalisasi pasar… Read More
Poin Penting IHSG melemah 1,37 persen persen pada pekan 19–23 Januari 2026 ke level 8.951,01, seiring kapitalisasi… Read More
Poin Penting Penguatan dolar AS tidak berdampak langsung pada biaya haji, karena BPKH telah mengamankan… Read More