Perbankan

Fokus Garap Perumahan, BSN Bidik Pembiayaan 2026 Tumbuh 20 Persen

Poin Penting

  • BSN tetap menjadikan pembiayaan perumahan sebagai core bisnis di tengah ketidakpastian global
  • Pada 2026, BSN membidik pertumbuhan pembiayaan 18–20 persen dan dana pihak ketiga (DPK) 19–20 persen
  • BSN mempercepat transformasi digital pasca spin-off dari BTN melalui penguatan aplikasi mobile banking Bale Syariah by BSN yang akan dikampanyekan secara nasional.

Jakarta – Di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik, PT Bank Syariah Nasional (BSN) menegaskan tetap fokus dan optimis dalam menggarap pembiayaan di sektor perumahan sebagai core bisnis bank.

“Tahun ini, BSN masih tetap fokus ke core perumahan. Jadi visi kami di BSN adalah menjadi mitra keuangan keluarga yang berkah dan amanah, di dalam visi kami itu, core bankingnya masih di perumahan,” ujar Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, ketika ditemui Infobanknews pada acara Starting Year Forum 2026 Public Discussion: “Apakah Kredit Macet di Bank Milik Negara Harus Dipidanakan dan Dianggap Merugikan Negara?” yang diselenggarakan Infobank Media Group, di The St. Regis, Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.

Ia menambahkan, kondisi geopolitik global yang terjadi saat ini memang berpotensi akan berpengaruh terhadap perbankan syariah. Apalagi, kata dia, market share perbankan syariah terhadap perbankan nasional masih berada di kisaran 7 persen – 8 persen. Berbeda dengan Malaysia, dengan market share perbankan syariah di angka 42 persen – 43 persen.

“Sehingga kalau geopolitik dan perang, seperti di Ukraina dan lainnya, itu pasti akan berdampak pada bunga, pada ekonomi Indonesia. Kami pun terdampak. Tapi Alhamdulillah kami di perumahan juga masih stabil. Dari tahun 2023 sampai 2025 ini pertumbuhannya cukup tinggi, sebesar 18 persen dan itu masih bertahan. Apalagi permintaan atau subsidi rumah ini tidak berkurang,” tambahnya.

Baca juga: BSN Resmi Operasi, Siap Jadi Katalisator Industri Perbankan Syariah Nasional

Lebih lanjut, Alex pun membidik pembiayaan BSN mampu tumbuh sekitar 18 persen hingga 20 persen tahun ini. Sementara, untuk dana pihak ketiga (DPK) atau funding targetnya tumbuh sekitar 19 persen hingga 20 persen di 2026.

Di sisi permodalan, Alex menegaskan posisi BSN saat ini sangat solid untuk menopang ekspansi bisnis. Ia mengungkapkan saat ini BSN memiliki modal sebesar Rp6,5 triliun dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio/CAR mencapai 32 persen.

“Masih longgar untuk kami ekspansi,” ungkap Alex.

Baca juga: Dampak Bencana Sumatra, BSN Berikan Relaksasi kepada 8.000 Lebih Masyarakat

Kemudian, tahun ini BSN juga berkomitmen memperkuat kanal-kanal digitalisasi, salah satunya melalui aplikasi mobile banking Bale Syariah by BSN.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi digitalisasi BSN pasca spin-off dari induknya, Bank Tabungan Negara (BTN).

“Kalau aplikasi digital memang ada sinergi dengan BTN tetapi kami punya aplikasi sendiri, Bale Syariah. Itu sudah ada dan kami akan campaign di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (*) Ayu Utami

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank Andalkan Corporate Banking jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More

7 hours ago

Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) Raih Pendapatan Jasa Rp2,79 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More

12 hours ago

Pembiayaan Baru WOM Finance Tembus Rp5,94 Triliun di 2025, Tumbuh 9,35 Persen

Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More

12 hours ago

Kasus Amsal Disorot: Dari Dugaan Mark-Up hingga Implikasi Keuangan Negara

Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More

13 hours ago

RUPS WOM Finance Rombak Pengurus, Kursi Dirut Segera Diisi

Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More

13 hours ago

Pendapatan DCI Indonesia Tumbuh 40,1 Persen Jadi Rp2,5 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More

13 hours ago