News Update

Fokus Digitalisasi, BTPN Tambah 3 Fitur Baru Jenius

Jakarta–PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) tahun ini fokus pada pengembangan digital banking, salahsatunya dengan mengembangkan platform digital Jenius miliknya. Platform digital yang telah di luncurkan satu tahun lalu ini telah menambahkan 3 fitur terbaru.

Irwan Sutjipto Tisnabudi, Digital Banking Value Proposition & Product Head BTPN mengungkapkan, tiga fitur ini akan memberi pengalaman menabung yang cukup menarik.

“Dengan tiga pilar kami membuat Jenius ialah simple, smart and save. Di mana kita ingin memudahkan para pengguna Jenius dengan terus meningkat fitur setiap tahun dan pada tahun ini kita keluarkan tiga fitur baru,” ungkap Irwan di Menara BPTN, Jakarta, Senin, 11 September 2017.

Pada fitur pertama ialah Maxi Saver, di mana pada fitur ini akan menyimpan uang dalam bentuk deposito. Para nasabah sudah bisa membuka deposito mulai dari Rp10.000.000, dengan bunga hingga 6,25 persen per tahun.

“Melalui fitur Maxi Saver, semua bebas menentukan berapa lama uang itu ingin simpan. Tentunya semakin banyak uang yang simpan, semakin besar bunga yang di peroleh. Cukup akses aplikasi Jenius dalam smartphone,” jelas Irwan.

Baca juga: BTPN Tanam Investasi Rp427 Miliar di Digital Banking

Selanjutnya ialah fitur X-Card di mana pada fitur ini para pengguna akan mendapatkan kartu debit extra untuk mengatur pengeluaran pengguna. “X-card tidak hanya dapat dipergunakan untuk personal tetapi juga dapat diberikan kepada orang lain yang dipercaya,” ungkap Irwan.

Dan fitur terakhir ialah fitur KYC on demand di mana para calon pengguna jenius dapat memanggil operator untuk membuka rekening dan operator langsung datang menghampiri calon nasabah.

“Melalui fitur ini para calon pengguna dapat mentukan tempat untuk bertemu untuk membuka rekening, dan operator Jenius akan datang menghampiri. Layaknya seperti memesan transportasi online,” jelas Irwan.

Ditemui di tempat yang sama, Direktur Kepatuhan BTPN Anika Faisal mengungkapkan, pengembangan digitalisasi ini sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat mengenai kemudahan bertransaksi.

“Pada awalnya memang Jenius hadir dalam menghadapi digitalisasi Perbankan. Di mana cara melayani nasabah sudah berubah. Jadi tidak harus bikin cabang, karena cabang fungsinya hanya untuk tarik setor tunai saja,” tukas Anika. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Suheriadi

Recent Posts

LPEI Bukukan Laba Rp252 Miliar di 2025, Tumbuh 8 Persen

Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More

44 mins ago

PINTU Gandeng Aparat Hukum Perkuat Keamanan Industri Kripto

Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More

2 hours ago

IAI Inisiasi Indonesia Sustainability Reporting Forum, Ignasius Jonan Jadi Ketua

Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More

3 hours ago

Pangsa Kredit UMKM Terus Menyusut, Program Pemerintah Jadi Peluang Tumbuh

Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More

5 hours ago

Sisi Lain Demam AI

Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More

6 hours ago

Industri Melambat, Begini Jurus ACA Jaga Pertumbuhan Premi

Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More

7 hours ago