Netizen 62

Flash Sale Shopee 9.9 Hanya Gimmick!

Jakarta – Program layanan flash sale di e-commerce selalu menarik perhatian besar masyarakat. Bagaimana tidak, pada momen tersebut banyak produk dijual dengan harga miring.

Calon pembeli pun jauh-jauh hari menyiapkan flash sale, entah dengan memasukan produk terlebih dahulu ke dalam keranjang hingga memasang notifikasi pengingat barang tersebut.

Namun, bagaimana jika program layanan flash sale hanya gimmick semata. Artinya, barang yang dibeli dengan harga murah tidak dikirimkan oleh penjual.

Seperti yang dialami oleh salah satu pembeli di e-commerce Shopee. Bagaimana pengalaman yang dialaminya? 

Melansir laman mediakonsumen, Selasa (3/10), berikut Infobanknews posting ulang di bawah ini. 

Pada event flash sale Shopee 9.9 (tanggal 9 September 2023), saya memenangkan flash saleberupa handphone Infinix dengan harga Rp9.000 + ongkir Rp9.000, totalnya Rp18.000.

Estimasi seharusnya paling telat tanggal 14 seller-nya sudah kirim barang. Namun karena sampai tanggal 14 barang statusnya masih dikemas, saya inisiatif memperpanjang masa garansi Shopee.

Saya sudah chat seller dan dijanjikan akan dikirim tanggal 17. Namun setelah tanggal 17, barang statusnya masih juga dikemas. Lalu saya chat lagi dan dijanjikan akan dikirim tanggal 21. 

Padahal tanggal 17 itu sudah paling telat, kalau sampai tanggal 17 gak dikirim, pesanan akan terbatalkan otomatis oleh sistem. Saya sudah kasih tahu seller tentang hal itu.

Benar saja, tanggal 17 barang gak dikirim juga, sehingga pesanan terbatalkan oleh sistem. Saya chat seller, dia malah suruh saya untuk check out ulang dengan harga normal. 

Saya komplain ke pihak Shopee, tapi gak ada jawaban yang memuaskan. Shopee hanya bilang seller akan kena penalti saja, tapi gak bisa melindungi konsumen untuk mendapatkan haknya.

Sampai sekarang saya gak percaya sama flash sale Shopee. Padahal saya belanja di Shopee hampir 80% semua kebutuhan saya. Meliputi kebutuhan kantor, rumah, pribadi dll. 

Saya sangat kecewa dengan pelayanannya, chat juga percuma, jawabannya kayak robot, muter-muter itu aja. Makanya saya bingung mau ngomong sama siapa, sampai pada akhirnya ketemu Media Konsumen. Semoga ada titik terangnya.

Aldiana Retno Utami
Jakarta Barat

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

4 mins ago

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

1 hour ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

1 hour ago

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

2 hours ago

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

2 hours ago

Mendes Minta Setop Izin Baru Alfamart-Indomaret di Desa, Ini Alasannya

Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More

2 hours ago