Ilustrasi: Transaksi QRIS. (Foto: isitmewa)
Jakarta – PT Bank IBK Indonesia Tbk (Bank IBK Indonesia) resmi meluncurkan layanan pembayaran tambahan, yaitu fitur Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) pada mobile banking Bank IBK Indonesia.
Direktur Bisnis Bank IBK Indonesia, Edwin Rudianto menyatakan dengan peluncuran fitur QRIS ini, Bank IBK Indonesia berharap bisa menjadi bank yang berfondasi kokoh sehingga dapat menghadapi tantangan ke depan.
“Peluncuran QRIS pada mobile banking ini merupakan salah satu strategi kami di tahun 2025 untuk semakin tumbuh dan berkembang menyesuaikan era digital saat ini,” ujar Edwin dalam keterangan resmi, Rabu, 14 Mei 2025.
Baca juga: IBK Bank Indonesia Bidik Laba Rp220 Miliar di 2025, Begini Strateginya
Sebagai informasi, Bank IBK Indonesia berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp54,58 miliar atau tumbuh 18,8 persen secara tahunan (yoy), dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp45,91 miliar.
Dari sisi intermediasi, Bank IBK Indonesia membukukan kinerja yang baik dengan penyaluran kredit yang tumbuh signifikan sebesar 37,97 persen yoy dari Rp9,40 triliun menjadi Rp12,97 triliun.
Baca juga: BI Perluas QRIS ke Jepang hingga China, Tak Gentar Meski Diprotes AS
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) Bank IBK Indonesia tumbuh 4,86 persen menjadi Rp10,09 triliun, terdiri dari giro yang tumbuh signifikan sebesar 24,52 persen menjadi Rp1,16 triliun, deposito berjangka naik 5,31 persen menjadi Rp6,01 triliun, dan tabungan turun 2,21 persen menjadi Rp2,91 triliun. Dana murah (giro dan tabungan) tumbuh moderat sebesar 4,19 persen menjadi Rp4,08 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Jakarta, terpisah… Read More
Poin Penting OJK menegaskan KUB BPD sebagai strategi utama untuk memperkuat peran BPD dalam pembiayaan… Read More
Oleh Awaldi, Pemerhati SDM Bank dan Consulting Director Mercer Indonesia SEJAK akhir tahun kemarin, Otoritas… Read More
Poin Penting Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,8 persen yoy,… Read More
Poin Penting Mochamad Andy Arslan Djunaid resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Asuransi… Read More
Poin Penting IHSG menguat tipis 0,30 persen ke level 8.146,71 dengan nilai transaksi Rp25,74 triliun… Read More