Namun demikian, kata dia, gambaran perekonomian global yang membaik ini menyiratkan pandangan kebijakan moneter yang terus berlanjut. Di mana Tiongkok baru-baru ini melihat adanya pelemahan permintaan (demand) pada kredit, yang akan mulai berdampak pada pertumbuhan kredit di akhir tahun ini.
Baca juga: BI Proyeksikan Perekonomian Global Tumbuh 3,5%
Di sisi lain, The Fed juga tampaknya akan melakukan normalisasi pada tingkat suku bunganya dengan menaikkan bunganya tiga sampai empat kali lagi hingga tahun 2019 mendatang. Kendati begitu, inflasi inti yang rendah memungkinkan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk melanjutkan kebijakan quantitative easing-nya (QE) saat ini.
“Dengan Fed sekarang menandakan bahwa QE akan mulai dibatalkan akhir tahun ini, penyesuaian kebijakan moneter ini dapat memicu beberapa volatilitas di pasar keuangan global selaras dengan akomodasi moneter yang terus-menerus,” ucap Coulton. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More