Keuangan

Fit and Propertest Ahmad Akan Perketat SOP OJK

Jakarta- Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada hari ini Rabu (7/6/2017) melakukan fit and propertest kepada Ahmad Hidayat sebagai Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk posisi calon Ketua Dewan Audit.

Dalam paparannya, kelak jika terpilih nanti Ahmad akan memperketat Standart Operating Procedure (SOP) di pihak internal OJK.

“Di titik yang krusial diperiksa, yang rawan yang ada persinggungan dengan industri, di SOP nya harus diperkuat untuk menghindari kolusi dan sebagainya. Saya rasa dari internal bisa karena yang orang tahu internal, orangnya kami tempatkan pengawas yang senior nanti ditaruh di audit supaya dia tahu yang ada diaudit itu mantan yang jago-jagonya diaudit,” jelasnya di Kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (7/6/2017)

Dalam strateginya untuk meminimalisir terjadinya fraud, Ia mengaku akan melakukan pengawasan yang berlapis.

“Harus ada intrakontrol harus berlapis, tidak bisa satu orang mengambil keputusan tanpa supervisi, dengan demikian akan berlapis kontrolnya,” kata Ahmad

Seperti diketahui, sebelumnya Ahmad merupakan Direktur Departemen Keuangan Internal Bank Indonesia (BI). Ahmad sendiri dalam tugasnya membidangi sektor moneter dan stabilitas keuangan. Ia juga bertugas untuk mengatur dan menjaga kelancaran system pembayaran dan mengawasi bank agar terjadi stabilitas moneter yang baik.

Ahmad mempunyai tugas pokok di Bank Indonesia yakni Mewujudkan Manajemen Keuangan Bank Indonesia yang transparan dan akuntabel dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Bank Indonesia. Melaksanakan fungsi dan peran Chief Financial Officer (CFO) yang handal dan terpercaya.

Suheriadi

Recent Posts

BTN Bidik Bisnis Wealth Management Tumbuh 15 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More

8 hours ago

KISI Sekuritas Siap Bawa 7-8 Perusahaan IPO 2026, Ada yang Beraset Rp3 Triliun

Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More

8 hours ago

Premi AXA Mandiri Sentuh Rp10 Triliun di 2025, Unitlink Jadi Tulang Punggung

Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More

11 hours ago

BI Rate Turun, Amar Bank Jaga Bunga Deposito Tetap Menarik

Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More

11 hours ago

Bos Amar Bank: Lawan Serangan Siber Seperti “Tom and Jerry”

Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More

11 hours ago

KEK Industropolis Batang Gandeng JPEN Kembangkan EBT 180 MW

Poin Penting PT Kawasan Industri Terpadu Batang menjalin kerja sama dengan PT Jateng Petro Energi… Read More

11 hours ago