Agus Sugiarto saat menjalani fit and proper test ADK OJK di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026. (Foto: Tangkapan layar)
Poin Penting
Jakarta – Komisaris Independen PT Danantara Asset Management, Agus Sugiarto, menilai pelindungan terhadap perusahaan asuransi dari maraknya klaim yang tidak berdasar juga menjadi hal krusial, selain upaya penjaminan bagi pemegang polis.
Menurut Agus, salah satu persoalan yang dihadapi industri asuransi saat ini adalah belum adanya basis data terpadu mengenai debitur atau pemegang polis, seperti yang telah dimiliki industri perbankan maupun perusahaan pembiayaan.
“Tapi di asuransi, Pak, kita punya kelemahan. Kita tidak punya database mengenai orang-orang yang suka melakukan klaim berkali-kali tanpa alasan yang jelas, Pak. Padahal ini dibutuhkan oleh industri,” ucap Agus saat sesi fit and proper test di Jakarta, 11 Maret 2026.
Baca juga: Friderica Widyasari Dewi Ungkap Alasan Ikut Seleksi Bos OJK
Agus juga menyoroti tantangan industri asuransi dari sisi literasi keuangan yang hingga kini masih tergolong rendah. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi yang masih perlu terus diperkuat.
“Karena beda dengan produk jasa keuangan lainnya. Kalau produk jasa keuangan lainnya itu kan menjual manfaat, langsung menjual produk yang jelas. Kalau asuransi yang dijual itu kan pertanggungan risiko, jadi masyarakat itu tentunya membayar uang itu imbal-bayarnya langsung diganti dengan risiko bukan bunga. Nah, di sini ternyata memang kita belum bisa meyakinkan masyarakat,” imbuhnya.
Baca juga: Seleksi Komisioner OJK: Bocoran Alus Enam Nama Sebelum Fit and Proper Test
Oleh karena itu, kata Agus, dengan dibentuknya penjamin pemegang polis diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi dan mendorong pertumbuhan dari sisi kinerja asuransi.
“Jadi, literasi asuransi itu masih rendah. Sehingga kita bisa melihat masyarakat itu jadi enggan membeli asuransi. Nah, dengan adanya penjaminan pemegang polis ini, diharapkan memang kita bisa memastikan kembali bahwa masyarakat akan mau membeli asuransi,” tutup Agus. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Dicky Kartikoyono menilai stabilitas sektor keuangan Indonesia cukup baik, namun kontribusinya terhadap pertumbuhan… Read More
Poin Penting Hernawan Bekti Sasongko maju sebagai calon Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK dan mengikuti… Read More
Poin Penting Krisis properti dan kelebihan kapasitas industri China menjadi dua risiko utama yang dapat… Read More
Poin Penting Agus Sugiarto memaparkan tujuh pilar penguatan OJK saat mengikuti fit and proper test… Read More
Poin Penting: Status Gunung Tambora dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) akibat… Read More
Poin Penting Darmansyah menilai konsolidasi internal OJK penting agar seluruh organisasi memiliki arah yang sama… Read More