Keuangan

Fintech Modalku Luncurkan Mobile App Bagi Pemberi Pinjaman

Jakarta–Perusahaan Financial Technology (Fintech) peer-to-peer (P2P) Modalku meluncurkan aplikasi mobile alternatif investasi. Aplikasi yang dinamakan Modalku ini menawarkan berbagai kemudahan bagi para pemberi pinjaman atau calon investor.

Semua aktivitas, dari pendaftaran sampai pendanaan dapat dilakukan melalui aplikasi Modalku yang tersedia di iOS App Store dan Google Play Store.

Co-Founder dan CEO Modalku, Reynold Wijaya menjelaskan, melalui aplikasi Modalku pemberi pinjaman Modalku yang telah terdaftar dapat langsung melakukan aktivitas investasi alternatif. Aplikasi Modalku memiliki Fitur Pendanaan Otomatis, di mana pemberi pinjaman dapat mendanai pinjaman Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sesuai preferensi, mulai dari tingkat pengembalian, jangka pinjaman, dan alokasi per pinjaman yang diinginkan.

Fitur ini didesain secara khusus bagi pencari alternatif investasi yang aktif. Dengan pendanaan otomatis, aplikasi Modalku dengan sendirinya menghasilkan pendapatan pasif bagi pemberi pinjaman tanpa harus repot mengurus alokasi dana setiap kali ada alternatif investasiya yang menarik. Fitur pendanaan otomatis juga memudahkan diversifikasi portofolio dan mengontrol risiko.

Selain itu, proses registrasi untuk menjadi pemberi pinjaman juga cepat dan mudah, bahkan sebagian dibuat otomatis. Contoh, saat pengguna mengisi kode pos, secara otomatis akan terisi detail alamat. Aplikasi Modalku juga dilengkapi notifikasi setiap kali pinjaman UKM siap didanai dan pemberitahuan ketika saldo rendah agar pemberi pinjaman tidak kehilangan kesempatan melakukan aktivitas alternatif investasi.

Reynold mengungkapkan, melalui aplikasi terbarunya ini, Modalku menawarkan win-win relationship bagi para nasabah baik UKM di Indonesia maupun pencari alternatif investasi. Menurutnya, skema P2P lending, bila didukung dengan diversifikasi merupakan alternatif investasi yang sangat menguntungkan. (Bersambung ke halaman berikutnya)

Page: 1 2

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

12 mins ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

1 hour ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

2 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

3 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

3 hours ago