Bandung–Meski perusahaan financial technology (fintech) mulai mengambil alih peran bank dalam transaksi keuangan, sebaiknya bank tidak memposisikan fintech sebagai musuh.
Direktur Utama Bank Sinarmas, Freenyan Liwang, mengakui, saat ini fintech tumbuh massif. “Meski ujungnya fintech menyimpan uangnya di bank, tapi itu bukan uang kita lagi,” ujar Freenyan Liwang.
Freenyan menyampaikan hal itu dalam Seminar Nasional Asbanda “Perkembangan Fintech dan Kesiapan BPD Menghadapi Era Digital” di Hotel Intercontinental, Bandung, Sabtu, 26 Agustus 2017.
Baca juga: Gelar Ibex, Perbanas Ajak Fintech Kolaborasi
Namun, menurut Freenyan, meski fintech men-disrupt dan mendisintermediation, sejatinya fintech bukan musuh perbankan. “Kita justru harus belajar dari mereka,” tegasnya.
Selama ini, kata dia, bank memiliki banyak ekosistem, tapi tidak tahu cara mengelolanya. Maka itu, perlu belajar dari fintech untuk membuat ekosistem digital.
Dengan memiliki ekosistem digital, kata Freenyan, bank bisa menumbuhkan pendapatan melalui advance analitics. “Dengan begitu, kita tahu perilaku nasabah, apa maunya mereka. Semua itu bisa kita dapatkan dengan advance analitics menggunakan perangkat digital,” paparnya.
Dari hasil analisis tersebut, lanjut dia, bank bisa segera membuat produk dan layanan sesuai ekspektasi nasabah. (*) Darto W
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More