Finmas Resmi Dapatkan Sertifikasi ISO 27001:2013
Jakarta — PT Oriente Mas Sejahtera (Finmas) mendapatkan rekomendasi sertifikasi ISO pada 15 Januari 2019. Finmas telah resmi mendapatkan Sertifikasi Asli ISO 27001:2013 Sistem Pengelolaan Keamanan Informasi.
Sebagai perusahaan fintech, Finmas memilih untuk mengutamakan para pelanggannya dengan menjadikan privasi dan keamanan sebagai prioritas utama perusahaan dalam setiap interaksi. Untuk mendapatkan dan mempertahankan tingkat kepercayaan yang tertinggi dari setiap konsumen, baik pengguna lama maupun pengguna baru, Finmas menggunakan keamanan pinjaman digital berstandar global tertinggi dengan paten yang dikombinasikan dengan teknologi mitigasi risiko cerdas yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI), analisis prediktif dan mesin pembelajaran, sebagai tambahan dari algoritme anti-penipuan yang digunakan.
“Finmas memiliki komitmen untuk membangun layanan keuangan yang sehat dengan menerapkan prinsip transparansi, kenyamanan dan keamanan,” jelas Peter Lydian Sutiono, CEO, Finmas.dalam keterangan resminya Jumat 25 Januari 2019.
Langkah ini telah diselesaikan oleh Finmas sesuai regulasi dan panduan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta memenuhi peraturan-peraturan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan regulasi pemerintah lainnya yang terkait dengan sistem pengelolaan keamanan informasi.
Dalam beberapa minggu ke depan, Finmas akan mengeluarkan sejumlah fitur baru yang secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan pendanaan yang terus menerus berkembang dari konsumen di Indonesia yang belum terpapar layanan perbankan.
Dikombinasikan dengan program-program literasi keuangan yang segera akan diluncurkan dan disosialisasikan ke seluruh nusantara, Finmas bertujuan untuk mengambil peran utama dalam mendorong kesadaran terhadap keuangan serta menumbuhkan kebiasaan dalam mengelola keuangan yang bertanggung jawab.
“Kami menghargai bimbingan dari OJK dan berharap untuk berkolaborasi dengan OJK dalam misi kami untuk mempercepat inklusi keuangan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tukas Peter. (Ayu Utami)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More