The Fed pangkas suku bunga acuan 25 bps. (Foto: Istimewa).
Jakarta – Kebijakan The Fed terkait peningkatan suku bunga memicu kekhawatiran pasar yang semakin besar. Apalagi, terdapat komentar-komentar yang berlawanan dari sejumlah pejabat Fed tentang jadwal peningkatan suku bunga AS. Hal ini pun berpotensi menciptakan ketidakpastian yang membuat USD rentan melemah.
Optimisme terhadap langkah bank sentral ini pun semakin goyah karena data domestik terkini AS cenderung kurang menggembirakan. Karenanya, ekspektasi bahwa suku bunga AS akan ditingkatkan pada rapat September ini semakin menipis.
Lukman Otunuga, Reseacrh Analyst FXTM menilai, kendati sudah banyak diperkirakan bahwa Fed akan mengambil posisi berhati-hati di bulan September, diskusi bahwa ekonomi AS berisiko mengalami overheating apabila suku bunga terlalu rendah untuk waktu yang terlalu lama telah menimbulkan spekulasi peningkatan suku bunga kejutan. Hal ini, lanjutnya, membuat investor semakin waspada.
“Federal Reserve sepertinya akan mengkaji data ekonomi domestik lebih lanjut sebelum memutuskan peningkatan suku bunga AS di bulan Desember” ujar Lukman..
Masih menurut Lukman, penjualan ritel AS akan sangat diperhatikan karena data ini membantu meninjau peluang peningkatan suku bunga Fed. Apabila penjualan ritel melampaui ekspektasi, dolar dapat menguat karena membaiknya optimisme terhadap kondisi ekonomi AS.
“Dari sudut pandang teknikal, USD kesulitan untuk menembus level resistance 96.00 karena ketidakpastian menekan ketertarikan investor. Harga berada di atas 20 SMA harian sedangkan MACD melintas ke arah bawah. Breakdown di bawah 95.00 dapat membuka jalan menuju 94.00” imbuhnya.(*)
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More