Categories: Keuangan

Fauzi Ichsan Ingin OJK Lebih Tegakkan Aturan

Jakarta – Mohamad Fauzi Maulana Ichsan adalah salah satu Calon Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK). Dalam uji kelayakan dan kepatutan dengan DPR pada hari ini, (06/04) ia menekankan pentingnya OJK untuk lebih tegas dalam menerapkan peraturan perundang-undangan yang sudah ada.

Misalnya di sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) khususnya asuransi, Ichsan menyoroti permasalah-permasalahan high profile, seperti Jiwasraya, Bumiputera, dan Asabri. Ia berniat menyelesaikan masalah besar tersebut dalam 2 hingga 3 tahun ke depan jika terpilih menjadi Wakil Ketua OJK.

Dalam hal ini, ia menekankan pentingnya OJK untuk memanfaatkan aturan yang ada agar permasalahan tersebut tidak berlarut-larut. OJK adalah lembaga independen yang memiliki kewenangan cukup luas dalam hal ini.

“Jangan sampai permasalahan yang kita hadapi timbul karena tidak menetapkan aturan dengan tepat waktu. Justru aturan tersebut harus diterapkan dan jika ada permasalahan yang berkaitan dengan pidana, diproses. Jika OJK memiliki kewenangan, gunakan,” ucap Ichsan ketika menjawab pertanyaan Anggota DPR Komisi XI pada, Selasa, 6 April 2022.

Di sisi perbankan, ia juga menyoroti tantangan jumlah bank yang terlalu banyak dan kurang tersebarnya bankir-bankir berkualitas. Hal ini penting mengingat digitalisasi sektor keuangan akan terus mendorong bank untuk berkonsolidasi dan bertransformasi, terutama bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD).

“Tentunya karena BPD memiliki peran penting dalam pertumbuhan daerah, OJK wajib membantu pimpinan BPD tetapi tidak bisa pilih kasih. OJK harus membantu dengan indikator-indikator yang terukur,” jelasnya.

Kemudian dari sisi pasar modal, Ichsan menyadari perkembangan investor dalam negeri yang belum dibarengi oleh literasi keuangan yang baik. Edukasi dari OJK harus terus dilakukan untuk menangani hal ini sekaligus penguatan regulasi yang diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat akan industri jasa keuangan.

“Dari sisi perlindungan rakyat kecil, OJK tentunya harus berpihak karena bagaimana mungkin perbankan atau pasar modal bertumbuh kalau masyarakat tidak percaya dengan sektor keuangan? Ini merupakan prinsip dasar,” katanya. (*)

 

Editor: Rezkiana Nisaputra

Evan Yulian

Recent Posts

BEI Bidik 50 Ribu Investor Syariah Baru di 2026

Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More

16 mins ago

OJK Setujui Penggabungan 4 BPR Menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari

Poin Penting OJK menyetujui merger empat BPR di Priangan Timur menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari… Read More

35 mins ago

Adu Laba BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI di 2025, Siapa Paling Cuan?

Poin Penting BCA tetap memimpin laba bersih – PT Bank Central Asia (BCA) mencatat laba… Read More

48 mins ago

OJK-Kemenkeu Kompak Tekan Bunga Kredit, Targetkan Lebih Rendah dari 8 Persen

Poin Penting OJK dan Kemenkeu berkoordinasi menurunkan bunga kredit melalui penempatan dana pemerintah dan pengendalian… Read More

54 mins ago

Perkuat Tata Kelola dan Etika Digital, BSI Raih ISO Global 27701:2019

Poin Penting BSI meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 sebagai bukti komitmen memperkuat perlindungan data pribadi… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Proyeksikan BI Rate Dipangkas 2 Kali pada 2026

Poin Penting Bank Mandiri memproyeksikan BI Rate hanya dipangkas maksimal dua kali pada 2026 dengan… Read More

2 hours ago