Perbankan

Faktor Manusia Sering Jadi Celah Kejahatan Siber, BCA Ingatkan Bahaya Fake BTS

Jakarta – Kasus kejahatan siber yang menyerang sektor jasa keuangan semakin marak terjadi. Kondisi ini membuat sektor keuangan masuk ke dalam daftar industri dengan jumlah serangan terbanyak.

Salah satu modus yang menonjol adalah Fake Base Transceiver Station (Fake BTS), yakni perangkat yang menyamar sebagai menara seluler resmi untuk mengirim SMS palsu seolah-olah berasal dari bank atau operator. Tujuannya adalah menipu korban agar mengklik tautan phishing dan menyerahkan informasi pribadi.

Selain itu, pelaku juga memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membuat rekaman video, foto, atau audio (deepfake) yang tampak asli guna menyamar sebagai korban demi mendapatkan akses data pribadi maupun akun keuangan.

“Jadi, mereka pasang kayak semacam BTS gitu, yang bisa dibuat di mana pun dengan radius yang kecil. Satu kilo, dua kilo. Dengan bisa hijack sinyal, kita terkoneksi ke sana, mereka deliver phishing, seperti SMS,” tutur Vice President Cyber Security Risk PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Sugianto Wono, saat acara Media Gathering Prima Talkshow bertema “Bangun Ketahanan Siber, Jaga Data Pribadi di Era Digital” di Jakarta, Rabu, 27 Agustus 2025.

Baca juga: BCA Terapkan Otomasi 90 Persen Sistem untuk Lawan Serangan Siber

Melalui SMS phishing, pelaku menyisipkan tautan berisi virus yang dapat mengambil alih perangkat korban, termasuk data rekening perbankan, PIN, dan password. Menurut Sugianto, modus ini sering kali berhasil karena memanfaatkan kelalaian individu.

Strategi BCA Tangkal Fake BTS

Untuk menghadapi fake BTS, BCA menerapkan sejumlah langkah pencegahan, termasuk menurunkan (take down) link phishing.

“Jadi, kita banyak terima laporan dari halo BCA dan cabang. Nah, semua link yang ada di SMS tadi, itu kita take down. Kita coba matiin aja, agar mereka yang dikirim (SMS), tak terpancing, tak ada yang hilang. Nah, itu yang kita coba lakukan,” jelas Sugianto.

Selain itu, BCA gencar mengedukasi nasabah lewat kampanye “Don’t Know? Kasih No!” yang mengajak masyarakat untuk tidak asal klik dan selalu memverifikasi pesan mencurigakan.

“Jadi, jangan sampai terpancing. Dan kalau misalnya terlanjur terpancing, segera saja langsung lapor ke BCA untuk diblokir (kartu debit/kredit) dan sebagainya, supaya tak kehilangan dana. Itu yang kita bisa lakukan,” tegas Sugianto.

Sugianto juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan fasilitas public wifi saat bertransaksi digital karena berpotensi dimanfaatkan oleh hacker.

Baca juga: Kesepakatan Transfer Data Pribadi RI-AS, BCA Soroti Risiko dan Perlindungan

Dari sisi teknologi, BCA memanfaatkan AI melalui sistem fraud detection dan machine learning untuk mengidentifikasi potensi ancaman secara real-time. Prinsip zero trust, multi-layered authentication, dan audit keamanan berkala juga diterapkan.

Namun, menurut Sugianto, teknologi saja tidak cukup. “Aspek people adalah titik rawan yang paling sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber,” ujarnya. Karena itu, BCA aktif mengedukasi publik melalui berbagai kanal komunikasi.

Upaya BCA juga didukung oleh PT Rintis Sejahtera melalui layanan Jaringan PRIMA. Lembaga switching ini proaktif memantau serta mendeteksi anomali transaksi demi mencegah tindak kejahatan siber.

“Kami bekerja sama dan mendukung mitra kami untuk memantau serta mendeteksi anomali transaksi pada Fraud Detection System kami. Upaya ini penting agar mitra kami dapat segera menanggulangi jika terjadi penipuan dan memastikan nasabah tetap aman dalam bertransaksi,” imbuh SEVP Information Systems Security Rintis Sejahtera, Jeffrey Sukardi pada kesempatan yang sama. (*) Steven Widjaja

Yulian Saputra

Recent Posts

Allo Bank Kantongi Laba Rp574 Miliar di 2025, Tumbuh 23 Persen

Poin Penting Allo Bank membukukan laba bersih Rp574 miliar pada 2025, naik 23 persen yoy,… Read More

12 mins ago

Aditya Jayaantara Pejabat OJK yang Tidak Jadi Mundur, tapi Dimutasi

Poin Penting Isu pengunduran diri pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencuat, namun Aditya Jayaantara dipastikan… Read More

45 mins ago

Purbaya Soroti NPL KUR 10 Persen, Kaji Pengambilalihan PNM untuk Efisiensi UMKM

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa soroti NPL KUR 10% dan pertimbangkan pengambilalihan PNM dari… Read More

51 mins ago

44 Penerima Beasiswa LPDP Disanksi, 8 Wajib Kembalikan Dana Beserta Bunga

Poin Penting Sebanyak 44 penerima beasiswa LPDP dijatuhi sanksi, 8 di antaranya wajib mengembalikan dana… Read More

2 hours ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah 0,26 Persen ke Posisi 8.374

Poin Penting IHSG sesi I 24 Februari 2026 ditutup melemah 0,26% ke posisi 8.374,66, dari… Read More

2 hours ago

Utang Luar Negeri Perbankan Turun Tipis ke USD31,75 Miliar pada Desember 2025

Poin Penting Utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada Desember 2025 tercatat USD31,75 miliar, turun… Read More

2 hours ago