Fajrin Rasyid Diangkat Jadi President Bukalapak
Jakarta – Bukalapak terus berupaya tumbuh menjadi perusahaan teknologi yang turut membangun Indonesia melalui pemberdayaan ekonomi UKM.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Bukalapak memperkuat jajaran manajemen dengan mengangkat Fajrin Rasyid sebagai President Bukalapak yang bertanggung jawab atas inisiatif strategi perusahaan dan rencana jangka panjang serta kemitraan dengan pihak eksternal.
Nama Fajrin Rasyid sudah tidak asing di industri e-commerce Indonesia. Sebelum menjabat sebagai President Bukalapak, Fajrin telah menjalani jabatan Chief Financial Officer selama tujuh tahun yang bertanggung jawab atas keuangan perusahaan. Fajrin juga merupakan salah satu Co-Founder Bukalapak.
Pria kelahiran Jakarta 32 tahun lalu ini, merupakan lulusan Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan IPK 4.0 dan predikat Summa Cum Laude.
Sebelum bergabung di Bukalapak, Fajrin pernah bekerja sebagai Konsultan di Boston Consulting Group (BCG). Fajrin juga aktif tampil di berbagai forum internasional dan terpilih sebagai Endeavour Entrepreneur pada tahun 2016.
Fajrin berkesempatan membagikan pengalamannya dengan menjadi salah satu pembicara pada Endeavour Scale-Up Asia 2018.
“Saya mensyukuri semua pencapaian yang telah saya raih hingga saat ini. Namun bagi saya, menjadi pribadi yang memiliki faedah bagi orang banyak akan lebih berharga dibandingkan dengan pencapaian tersebut” ujar Fajrin di Jakarta, Senin, 25 Juni 2018.
Saat ini Fajrin merupakan salah satu kandidat Ketua Umum IDEA (Indonesia E-Commerce Association). Pengalaman Fajrin di perusahaan konsultan bisnis dan e-commerce terbaik di Indonesia, membuat Fajrin optimis dengan mimpinya yang tinggi yaitu untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros e-commerce dunia.
Menjadikan e-commerce sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi di Indonesia, adalah salah satu misi yang diusung Fajrin jika terpilih sebagai Ketua Umum IDEA. (*)
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More