Utang Luar Negeri RI Naik Lagi 7,6% Jadi US$356,9 Miliar
Jakarta– Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri terus mengkritisi kinerja pemerintah yang terus menaikkan utang guna membangun infrastruktur. Bahkan dirinya menyebut, utang sebuah negara tidak akan dapat terlunasi.
“Tidak ada satu negara pun yang tidak punya utang, jadi jangan cita-cita melunasi utang negara, utang itu bagian dari inheren mengelola negara,” ungkap Faisal Basri pada diskusi “INDEF Menggugat Produktifitas Utang” di Kantor INDEF Jakarta, Rabu 21 Maret 2018.
Faisal Basri menambahkan, sebuah negara tetap dapat menurunkan rasio utang dengan terus meningkatkan produktifitas dan efektifitas penyaluran hutang kepada sektor produktif.
Baca juga: INDEF: Utang Luar Negeri Indonesia Dalam Status Waspada
“Apa dasar infrastuktur, yakni harus dorong produktifitas industri yang memiliki keterkaitan langsung dengan sektor sektor yang diberikan kebijakan atau investasi,” tambah Faisal.
Sebagai informasi, utang Indonesia tercatat terus meningkat secara agresif sejak 2015. Peningkatan utang diklaim karena kebutuhan belanja infrastruktur yang menjadi prioritas kerja pemerintahan Jokowi.
Utang pemerintah melonjak dari Rp3.165 triliun pada 2015 menjadi Rp3.466 triliun pada 2017. Peningkatan utang terus berlanjut hingga APBN 2018 pada Februari menembus angka Rp4.034 triliun dan pada APBN Febuari 2018 mencapai Rp4.772 triliun.(*)
Poin Penting OJK menyebut protection gap asuransi bencana masih lebar akibat rendahnya kesadaran dan kepercayaan… Read More
Poin Penting Outflow investor asing pada perdagangan 28 Januari 2026 mencapai Rp6,12 triliun, dengan tekanan… Read More
Poin Penting BRI menyalurkan KPR subsidi Rp16,16 triliun hingga akhir 2025 kepada lebih dari 118… Read More
Poin Penting Sebanyak 41 persen keputusan investasi IT dipimpin CIO/Technology Leaders, namun keterlibatan CEO dan… Read More
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 29 Januari 2026 di… Read More
Poin Penting IHSG anjlok 8% ke level 7.654, mendorong BEI kembali memberlakukan trading halt. Trading… Read More