Moneter dan Fiskal

Eximbank Terus Dorong Peningkatan Ekspor RI

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan ekspor nasional, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank melakukan riset dengan jejaring Perguruan Tinggi untuk pengembangan ekspor Indonesia (UNIED). Diharapkan adanya kajian ini dapat melahirkan pengekspor nasional sehingga menopang perekonomian RI.

Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank Sinthya Roesly dalam Seminar Nasional Peningkatan Ekspor Nasional dan Dukungan Pemangku Kebijakan mengatakan, ekspor barang dan jasa harus didorong untuk menggerakkan perekonomian. Untuk itu, aktivitas ekspor harus berdaya saing yang mendorong produk lokal terus diminati oleh pasar global.

Menurutnya Sinthya Roesly dengan menggunakan analisis Computing General Equilibrium (CGE) dan data Sistem Neraca Sosial Ekonomi Indonesia (SNSE) terkini, yaitu tahun 2008 diperoleh kesimpulan bahwa pembiayaan agregat LPEI berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi dan memiliki dampak sosial, yaitu peningkatan penyerapan tenaga kerja dan menurunkan kemiskinan.

Berdasarkan hasil kajian Iainnya yaitu penelitian terkait pentingnya infrastruktur ekspor dan winning commodities ekspor Indonesia. Dia menilai, infrastruktur menjadi faktor penting dalam mendorong efisiensi logistik dan transportasi para eksportir sehingga dapat meningkatkan daya saing.

“Dari hasil kajian winning commodities menjadi fokus kami dalam mendorong akselerasi ekspor winning commodities tersebut,” ujar Sinthya, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 24 September 2018.

Hasil dari kajian tersebut terbuka untuk dilakukan sinkronisasi dan konfirmasi dengan para stakeholders dari Kementerian dan Lembaga untuk dapat memberi masukan. Rekomendasi kebijakan atas kajian-kajian yang telah dilakukan UNIED diharapkan bisa diimplementasikan secara konkret serta membantu penetapan kebijakan pemerintah.

”Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kemanfaatan LPEI bagi bangsa dan negara, namun kami tidak dapat berjalan sendirian. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kehadiran dan dukungan para stakeholders dalam mendukung revitalisasi peran LPEI,” kata Sinthya.

Di tempat yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan, kehadiran LPEI selama sembilan tahun sebagai salah satu fiscal tools pemerintah dalam meningkatkan kemampuan dan pembiayaan eksportir memasuki babak baru. LPEI diberi mandat oleh negara untuk membiayai ekspor bagi industri yang sifatnya prospektif dan strategis.

“Oleh karenanya LPEI harus dapat menyasar penyediaan fasilitasnya ke sektor sektor yang impactful/ bagi kinerja ekspor nasional dan variabel variabel makroekonomi lainnya serta aspek aspek sosial. Sehingga peran LPEI dapat memberikan dampak nyata dan konkrit bagi bangsa,” ucap Menkeu.

Para pemangku kebijakan dalam pertemuan ini menyepakati diperlukannya penetapan peningkatan ekspor sebagai salah satu sasaran pokok pembangunan nasional, Penetapan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Kebijakan Dasar Pembiayaan Ekspor Nasional (KD PEN), yang mencakup penyesuaian skala usaha UKM ekspor. Penetapan komoditas dan target ekspor unggulan nasional, Kebijakan tata kelola infrastruktur ekspor yang Iebih baik berdasarkan satu peta jalan nasional.

Kemudian, pengembangan export dashboard, Forum Kerja Bersama Ekspor serta joint monitoring committee, konsorsium Perguruan Tinggi untuk mendorong Peningkatan Jasa Pendidikan Tinggi Inbound, serta Action Projects untuk peningkatan ekspor salah satu komoditas unggulan yang dilaksanakan dalam salah satu siklus sehingga dapat dievaluasi dampaknya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

2 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

6 hours ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

12 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

12 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

13 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

14 hours ago