Jakarta – Bank Sentral Tiongkok, People’s Bank of China (PBoC) memberikan sinyal bahwa pemerintah tidak akan ikut campur dalam krisis yang saat ini dialami oleh China Evergrande Group. Gubernur PBoC Yi Gang mengungkapkan kegagalan Evergrande dalam membayar obligasi akan diatasi selayaknya pasar pada umumnya.
“Hak dan kepentingan kreditur dan pemegang saham akan dihormati sepenuhnya sesuai dengan hukum,” jelas Yi seperti yang dikutip dari Bloomberg, 10 Desember 2021.
Komentar ini mengukuhkan sikap PBoC yang menolak untuk melakukan bail-out pada Evergrande yang saat ini tengah didera utang sebesar US$300 miliar. Yi menerangkan, Hong Kong telah menerapkan sistem yang efektif dan ketentuan hukum yang jelas untuk menangani masalah Evergrande.
“Risiko dari beberapa perusahaan dalam jangka pendek tidak akan merusak sistem keuangan Hong Kong dalam jangka panjang,” ujarnya.
Tidak lama setelah komentar Yi beredar, Fitch Rating, lembaga pemeringkat kredit internasional juga menurunkan peringkat Evergrande dari “C” menjadi “RD” (Restricted Default). Peringkat ini mengindikasikan kegagalan perseroan dalam membayar utangnya beberapa waktu ke belakang. (*)
Editor: Rezkiana Np
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group JANGAN besar pasak daripada tiang. Mari… Read More
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More