Jakarta – Komisi XI DPR RI memanggil jajaran direksi Bank Mandiri dan Bank BNI pada hari ini (26/11) melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mambahas kinerja Triwulan III-2019 serta rencana kerja 2020. Pada sesi pertama, dijadwalkan pihak Bank Mandiri menjelaskan kinerjanya serta sesi kedua ialah Bank BNI.
Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi XI Dito Ganundito dan di hadiri sesi pertama oleh Plt Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman, Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi, serta Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Alexandra Askandar serta jajaran lain.
Dalam paparannya, Sulaiman menjelaskan kinerja Bank Mandiri masih tetap tumbuh positif hingga kuartal ketiga 2019 dan akan terus tumbuh hingga 2020. Pihaknya bahkan masih optimis pertumbuhan laba pada 2020 dapat mencapai 7%.
“Target kita pada laba bersih 6-7 persen pasa 2020 sedangkan tahun 2019 masih tetap optimis kisaran 6%,” kata Sulaiman di Kompleks DPR RI Jakarta, Selasa 26 November 2019.
Tak hanya itu, pihaknya juga tetap optimis pertumbuhan kredit pada 2020 masih akan dapat tumbuh pada 11%, sementara pada tahun 2019 pihaknya membidik angka 9%.
Disamping itu, Bank Mandiri juga terus berupaya agar dapat menjaga kualitas kredit miliknya dengan menjaga NPL pada kisaran 2,4% secara gross. Sulaiman berharap kinerja positif tersebut terus berlanjut ditengah ketidakpastian ekonomi global. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More